Siswi SMPN 3 Hasilkan Rambak Kulit Kelinci
LPIR tingkat Kota Malang
MALANG- Bila selama ini rambak identik dengan kulit sapi, sebentar lagi bakal ada rambak kulit kelinci. Penggagasnya bukan peneliti professional, tapi dua siswa SMPN 3. Bahkan kulit kelinci tersebut bias disulap menjadi teepung.
Karya dua siswa SMPN 3 Malang tersebut dipresentasikan dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) tingkat Kota Malang yang diikuti sekitar 200 siswa setingkat SMP dan SMA.
Ide unik ini berawal dari keinginan dua siswa kelas VIII SMPN 3, Deanova Sabila dan Dwike Aprilia Cesarini untuk memanfaatkan limbah kulit kelinci.“Selama ini kami melihat bahwa kelinci baru dimanfaatkan dagingnya saja, sementara kulitnya biasanya dibuang begitu saja,” kata Dwike.
Mereka pun lantas mencoba mengolah kulit kelinci seperti kulit sapi yang menjadi kerupuk rambak. Mulai dari pencucian kulit dengan air bersih, kemudian ditimbang untuk menentukan banyaknya larutan kapur yang digunakan untuk merendam kulit kelinci ini. Yaitu ukurannya 2 persen dari berat kulit yang akan direndam. Perendaman ini berfungsi untuk membersihkan kulit dari bulu-bulu yang menempel. Dilakukan perendaman selama tiga jam. Setelah itu kulit dibilas kembali, dikeringkan dan dipotong dengan ukuran 3x2. ”Setelah kering dan dipotong sesuai ukuran, maka kulit ini bisa digoreng di makan sebagai krupuk rambak,” jelasnya.
Dibandingkan rambak sapi, hasil rambak kelinci ini kata Deanova, tak kalah rasanya. “Hanya saja terasa lebih keras dibandingkan rambak sapi,” ujarnya lagi.
Mereka berharap hasil penelitian ini bisa menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan limbah yang tak berguna untuk menjadi lebih bermanfaat. Bahkan jika mau disempurnakan akan dihasilkan kualitas kerupuk yang lebih bagus lagi.
Sementara itu Pembina LPRI SMPN 3, Tatik Dwi Suswati menuturkan ide pemanfaatan limbah kulit sapi ini cukup menarik. Bahkan sekolah menjagokan karya ini menjadi salah satu andalan untuk bersaing di tingkat nasional. “Semua ide penulisan murni dari siswa. Guru pembimbing hanya membantu mereka dalam mengenali rambu penulisannya,” yakinnya. .sty-KP
