headerphoto

Pendidikan, Tak, Fokus, Rentan, Stres

Selasa, 24 November 2009 08:25:31 - oleh : redaksi - dilihat 358

Akibat Keluarga Broken Anak Jadi Korban

Benarkah remaja rentan terhadap stres, jika diusia remaja kasih sayang yang tercurahkan dari kedua orangtua kurang atau bahkan sama sekali tidak mendapat kasih sayang orang tua, maka besar kemungkinan remaja akan mengekpresikan dengan berbagai gaya, salah pergaulan atau melangkah cenderung ke hal negatif .Celakanya lagi bila tidak memiliki bimbingan maka dapat terjadi remaja rawan stres.
Seperti ditemui pada lembaga psikologi Micro sebuah lembaga bimbingan psikologi di Karangploso,beberapa waktu lalu menemui seorang remaja putri sedang melakukan konsultasi dengan kejadian atau tindakan menyayat-nyayat tanganya sendiri dengan sebuah karter sebagai bentuk pelampiasan akibat keadaan keluarga broken.
Kemudian peristiwa yang menimpa ini di konsultasikan ke Lembaga Psikologi Micro dengan harapan dapat memberikan solusi untuk melangkah pada kehidupan yang lebih baik.
Menurut Pengasuh Lembaga Psikologi Micro Heri Susanto S Psi, masalah yang dialami seorang remaja jenis kelamin putri yang minta namanya dirahasiakan ini memiliki latar belakang permasalahan pahit ,disamping keluarga yang kurang harmonis broken kini dirinya hidup bersama nenek untuk interaksi tidak dapat optimal, membuat kehidupan di usia remajanya merasa tertekan dan kurang bahagia di sebabkan tak pernah mendapat perhatian ,kasih sayang dari keluarga terutama orangtua serta tak ada tempat untuk mengadu \curhat sehingga yang dilakukan hanya bisa dengan menyayat-nyayat lengan tanganya sendiri dengan sebuah karter.
Hal lain yang membuat dia semakin membuat stres atau depresi ringan adalah memendam sebuah  peristiwa memilukan yaitu menjadi korban percobaan seksual dari seorang pamanya sendiri sehingga membuat trauma yang berkepanjangan disaat ini masa remaja.Dengan peristiwa semacam ini membuat pendidikan tak dapat fokus dan terganggu yang sebenarnya ia memiliki potensi prestasi.”maka yang dilakukan memberikan terapi psikologis,menanamkan kepercayaan terhadap siswa mengurai benang kusut permasalahan dan filosofi masalah diselesaikan bukan diabaikan, menghilangkan rasa keputus asaan dan tak kalah penting meningkatkan kembali semangat belajar meraih prestasi. Diakui usia remaja memang tidak dapat mengelola kejadian yang sedang menimpa berbeda dengan usia dewasa.Disini peran BK  di sekolah untuk mengelola konflik atau permasalahan siswa supaya dapat di manajeman oleh siswa,”terang Heri. .sup-KP


Kirim ke Teman  Cetak             

Berita "Presensi Kabupaten Malang" Lainnya

Polling

Rubrik Yang Disukai Menurut Anda :

 

Komentar Pembaca

 d kiko abdurahhman on Menggali Sejarah, Menemukan Ikon Kota
saya sangat mendukung dengan adanya koran pendidik...

 Ummu Nisa on Toko Buku Prestasi beri Diskon 20-30 Persen
Saya tertarik dengan bisnis Toko Buku dan alat per...

 Maryanti on Mengintegrasikan Kecerdasan Ganda bagi PAUD
Subhanalloh ternyata kecerdasan itu jamak. kl j...

 sunarti.c on Pramuka Takkan Mati oleh Gempuran Budaya
Saya alumni 81/82 Saya senang bisa silaturahmi ...

 Jono on Yang Menjanjikan di Tahun 2010 : Beasiswa Kuliah sampai Lulus, judul Untuk 20 Ribu Orang
Saya ingin sekali kuliah dan meraih cita-cita kare...

Kalender Kegiatan

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Surat Pembaca

Random Links

Rumi Ridwan

View : 135 x hits
Join : 24-Nov-2007 19:48:25

Statistik Situs

Visitors : 1275623
Hits : 2693511
Month : 10741
Today : 426
Online : 12