Pendidikan, Tak, Fokus, Rentan, Stres
Akibat Keluarga Broken Anak Jadi Korban
Benarkah remaja rentan terhadap stres, jika diusia remaja kasih sayang yang tercurahkan dari kedua orangtua kurang atau bahkan sama sekali tidak mendapat kasih sayang orang tua, maka besar kemungkinan remaja akan mengekpresikan dengan berbagai gaya, salah pergaulan atau melangkah cenderung ke hal negatif .Celakanya lagi bila tidak memiliki bimbingan maka dapat terjadi remaja rawan stres.
Seperti ditemui pada lembaga psikologi Micro sebuah lembaga bimbingan psikologi di Karangploso,beberapa waktu lalu menemui seorang remaja putri sedang melakukan konsultasi dengan kejadian atau tindakan menyayat-nyayat tanganya sendiri dengan sebuah karter sebagai bentuk pelampiasan akibat keadaan keluarga broken.
Kemudian peristiwa yang menimpa ini di konsultasikan ke Lembaga Psikologi Micro dengan harapan dapat memberikan solusi untuk melangkah pada kehidupan yang lebih baik.
Menurut Pengasuh Lembaga Psikologi Micro Heri Susanto S Psi, masalah yang dialami seorang remaja jenis kelamin putri yang minta namanya dirahasiakan ini memiliki latar belakang permasalahan pahit ,disamping keluarga yang kurang harmonis broken kini dirinya hidup bersama nenek untuk interaksi tidak dapat optimal, membuat kehidupan di usia remajanya merasa tertekan dan kurang bahagia di sebabkan tak pernah mendapat perhatian ,kasih sayang dari keluarga terutama orangtua serta tak ada tempat untuk mengadu \curhat sehingga yang dilakukan hanya bisa dengan menyayat-nyayat lengan tanganya sendiri dengan sebuah karter.
Hal lain yang membuat dia semakin membuat stres atau depresi ringan adalah memendam sebuah peristiwa memilukan yaitu menjadi korban percobaan seksual dari seorang pamanya sendiri sehingga membuat trauma yang berkepanjangan disaat ini masa remaja.Dengan peristiwa semacam ini membuat pendidikan tak dapat fokus dan terganggu yang sebenarnya ia memiliki potensi prestasi.”maka yang dilakukan memberikan terapi psikologis,menanamkan kepercayaan terhadap siswa mengurai benang kusut permasalahan dan filosofi masalah diselesaikan bukan diabaikan, menghilangkan rasa keputus asaan dan tak kalah penting meningkatkan kembali semangat belajar meraih prestasi. Diakui usia remaja memang tidak dapat mengelola kejadian yang sedang menimpa berbeda dengan usia dewasa.Disini peran BK di sekolah untuk mengelola konflik atau permasalahan siswa supaya dapat di manajeman oleh siswa,”terang Heri. .sup-KP
