Siswa SMK Lebih Terampil
Rabu, 2 Juli 2008 03:57:26 - oleh : redaksi - dilihat 648
ARDIANTI ROSANTI *)
Di dunia kerja banyak membutuhkan tenaga kerja dengan skill-skill yang lebih baik. Oelh sebab itu belakangan ini semakin banyak didirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengimbangi kebutuhan dunia kerja. Bahkan SMK memberikan jaminan, ketika siswa lulus akan lebih mendapatkan sebuah pekerjaan, itulah salah satu keuntungan dari bersekolah di SMK.
Menurut penulis pendidikan di SMK lebih menekankan pada praktik kerja di lapangan ketimbang teori, walaupun teori lebih sedikit diajarkan, siswa juga tetap bisa memahami teori-teori yang diajarkan dengan baik. Lebih dari itu, pembelajaran di SMK dilaksanakan menurut jurusan masing-masing siswa, lebih terfokus dengan materi yang dipelajari.
Jadi setelah siswa SMK lulus, tidak harus melanjutkan ke perguruan tinggi lagi. Artinya, pilihan ini bisa meringankan beban orang tua untuk membiayai keluarga dengan bekerja setelah lulus sekolah. Akan tetapi jika ingin mendalami tentang jurusan tersebut, siswa tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Dalam dunia kerja, seseorang lebih dituntut untuk menguasai praktik kerja dengan tidak mengesampingkan teori sebagai penunjang praktik tersebut. Pendidikan yang diajarkan di SMK berbeda dengan pendidikan di SMA, salah satunya, di SMK disediakan waktu untuk mengadakan praktik di luar sekolah atau yang sering disebut dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
Waktu pelaksanaan PSG ditentukan oleh sekolah, waktu yang disediakan adalah dalam rentang 4 bulan sampai 1 tahun. Dengan mengikuti PSG, siswa dapat melatih dan menunjang skill untuk siap kerja di lapangan setelah lulus. Selain itu, siswa bisa mendapatkan pengalaman yang lebih mengenai dunia pekerjaan dan melatih skill yang telah dipelajari disekolah untuk diterapkan di tempat PSG tersebut.
Selama melaksanakan PSG, guru tidak sepenuhnya melepaskan siswa dan diserahkan kepada pendamping PSG. Guru tetap mendampingi siswa, bahkan melakukan monitoring minimal satu bulan sekali tentang keadaan siswa dan memantau perkembangan pengetahuan yang diperoleh siswa selama pelaksanaan PSG.
Bahkan siswa memperoleh pengalaman di dunia kerja dan menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Pengalaman di dunia kerja sangat dibutuhkan oleh siswa pada saat mulai bekerja. Pengalaman itu diperoleh oleh siswa SMK melalui kegiatan PSG. Pengalaman itulah yang didapatkan siswa, siswa juga merasakan susahnya bekerja, rasa capek yang dihadapi ketika menyelesaikan pekerjaan yang tak henti-hentinya.
Memang, biaya untuk melaksanakan pendidikan sistem ganda pun juga tidak sedikit, tetapi dilihat dari hasil yang akan dicapai maka banyaknya dana yang dikeluarkan tersebut tidak akan sebanding. Bahkan, awalnya banyak orang tua yang merasa tidak setuju dan tidak merestui jika anaknya bersekolah di SMK, salah satunya adalah karena memakan biaya lebih mahal, memakan waktu yang banyak untuk mengerjakan tugas sehingga orang tua merasa kesal karena anaknya mengeluh.
Sebenarnya bersekolah di SMA dan di SMK hampir sama, pada intinya menjanjikan pekerjaan di masa depan. Hanya, siswa SMA perlu memerdalam ilmu di perguruan tinggi, sedangkan di SMK siswa diberi bekal keterampilan lebih banyak untuk langsung bekerja setelah lulus tanpa harus melanjutkan ke perguruan tinggi.
*) Siswa kelas XI jurusan Broadcasting SMK Negeri 3 Batu
Di dunia kerja banyak membutuhkan tenaga kerja dengan skill-skill yang lebih baik. Oelh sebab itu belakangan ini semakin banyak didirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengimbangi kebutuhan dunia kerja. Bahkan SMK memberikan jaminan, ketika siswa lulus akan lebih mendapatkan sebuah pekerjaan, itulah salah satu keuntungan dari bersekolah di SMK.
Menurut penulis pendidikan di SMK lebih menekankan pada praktik kerja di lapangan ketimbang teori, walaupun teori lebih sedikit diajarkan, siswa juga tetap bisa memahami teori-teori yang diajarkan dengan baik. Lebih dari itu, pembelajaran di SMK dilaksanakan menurut jurusan masing-masing siswa, lebih terfokus dengan materi yang dipelajari.
Jadi setelah siswa SMK lulus, tidak harus melanjutkan ke perguruan tinggi lagi. Artinya, pilihan ini bisa meringankan beban orang tua untuk membiayai keluarga dengan bekerja setelah lulus sekolah. Akan tetapi jika ingin mendalami tentang jurusan tersebut, siswa tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.
Dalam dunia kerja, seseorang lebih dituntut untuk menguasai praktik kerja dengan tidak mengesampingkan teori sebagai penunjang praktik tersebut. Pendidikan yang diajarkan di SMK berbeda dengan pendidikan di SMA, salah satunya, di SMK disediakan waktu untuk mengadakan praktik di luar sekolah atau yang sering disebut dengan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
Waktu pelaksanaan PSG ditentukan oleh sekolah, waktu yang disediakan adalah dalam rentang 4 bulan sampai 1 tahun. Dengan mengikuti PSG, siswa dapat melatih dan menunjang skill untuk siap kerja di lapangan setelah lulus. Selain itu, siswa bisa mendapatkan pengalaman yang lebih mengenai dunia pekerjaan dan melatih skill yang telah dipelajari disekolah untuk diterapkan di tempat PSG tersebut.
Selama melaksanakan PSG, guru tidak sepenuhnya melepaskan siswa dan diserahkan kepada pendamping PSG. Guru tetap mendampingi siswa, bahkan melakukan monitoring minimal satu bulan sekali tentang keadaan siswa dan memantau perkembangan pengetahuan yang diperoleh siswa selama pelaksanaan PSG.
Bahkan siswa memperoleh pengalaman di dunia kerja dan menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Pengalaman di dunia kerja sangat dibutuhkan oleh siswa pada saat mulai bekerja. Pengalaman itu diperoleh oleh siswa SMK melalui kegiatan PSG. Pengalaman itulah yang didapatkan siswa, siswa juga merasakan susahnya bekerja, rasa capek yang dihadapi ketika menyelesaikan pekerjaan yang tak henti-hentinya.
Memang, biaya untuk melaksanakan pendidikan sistem ganda pun juga tidak sedikit, tetapi dilihat dari hasil yang akan dicapai maka banyaknya dana yang dikeluarkan tersebut tidak akan sebanding. Bahkan, awalnya banyak orang tua yang merasa tidak setuju dan tidak merestui jika anaknya bersekolah di SMK, salah satunya adalah karena memakan biaya lebih mahal, memakan waktu yang banyak untuk mengerjakan tugas sehingga orang tua merasa kesal karena anaknya mengeluh.
Sebenarnya bersekolah di SMA dan di SMK hampir sama, pada intinya menjanjikan pekerjaan di masa depan. Hanya, siswa SMA perlu memerdalam ilmu di perguruan tinggi, sedangkan di SMK siswa diberi bekal keterampilan lebih banyak untuk langsung bekerja setelah lulus tanpa harus melanjutkan ke perguruan tinggi.
*) Siswa kelas XI jurusan Broadcasting SMK Negeri 3 Batu
