headerphoto

KORUPSI DAN KAUM MUDA

Selasa, 26 Agustus 2008 04:37:12 - oleh : redaksi - dilihat 1528
Kita sudah sama – sama tahu betapa praktek korupsi sudah lahir sejak jaman dahulu. Seiring berjalannya waktu, korupsi juga banyak kita temui dalam berbagai aspek kehidupan. Saya perlu menegaskan dulu bahwa pemahaman kita terhadap korupsi harus menyeluruh dan bukan sekedar korupsi dalam konteks korupsi finansial. Korupsi, luas cakupannya.
Bila demikian maka pelajarpun, sepertinya sudah lihai dengan cara menerapkan korupsi di dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka ingin cepat mendapatkan kepuasan dan hasil yang menggembirakan, tidak ragu-ragu, bahkan tidak malu untuk melakukan budaya korupsi seperti korupsi  waktu dan juga korupsi nilai. Menghalalkan segala cara, itulah moral yang dianut oleh manusia jaman sekarang yang katanya jaman yang sudah beradab.
Makna korupsi itu sendiri adalah penyelewengan kekuasaan dan pengabaian atau penyisihan atas suatu standar yang seharusnya ditegakkan. Menurut Kuper&Kuper, korupsi dalam arti politik yaitu penyalahgunaan wewenang oleh pejabat pemerintah atau politisi bagi keuntungan mereka sendiri. Akibat perilaku para birokrasi, dan akhirnya membudaya. Melalui latar belakang demikian, memang kita harus sering mengkaji problematika korupsi ini.
Ada sebuah lembaga semacam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hongkong bernama Independent Commission Against Corruption (ICAC), yaitu suatu lembaga pemberantas korupsi. Tokoh yang bernama Peter Wiliams sebagai komisioner mengatakan bahwa, anak-anak dan para pemuda harus dididik dengan sikap mental yang tepat terhadap korupsi. Ini sangat diperlukan agar para generasi tidak tumbuh persis dengan generasi pendahulunya yang korup. Para pemimpin KPK juga harus memahami akan hal tersebut untuk memahami aspek historisitas pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebab, pernyataan Wiliams itu menyiratkan bahwa pemahaman historisitas dan kontekskualitas tentang model pemberantasan korupsi di Hongkong yang bisa jadi di terapkan di Indonesia dengan melihat akar sejarah pemberantasan korupsi di negeri ini.
Jika dilihat dari sisi latar belakang dan sejarahnya. Acuan tentang kejahatan korupsi yang paling klasik adalah premis dari Lord Action, power tend to corrup, absolute power corrupt absolutely (kekuasaan cenderung korup, kekuasaan tak terbatas pasti korup). Itulah sebabnya kenapa para pelajar dan kaum muda perlu menyadari betapa rentannya kekuasaan untuk korupsi.
Kita harus bangun bangsa ini dengan baik dan bebas dari praktek korupsi. Karena melalui cara itulah negeri ini dapat terbebas dari keterpurukan, kemiskinan, dan keterbelakangan sepertinya yang terjadi di era reformasi ini. Namun tak hanya birokrat saja yang harus mendukung komitmen anti korupsi, tetapi seluruh masyarakat juga harus berpartisipasi demi membangun Indonesia baru yang benar-benar bebas dari korupsi.
Ke depan menurut saya, memberantas korupsi harus ditingkatkan melalui beberapa strategi antara lain: membangun lembaga – lembaga yang mendukung upaya pencegahan korupsi, memberikan pendidikan, baik secara konteks formal maupun sosial kepada masyarakat, pendekatan religi dan seterusnya.
Khusus bagi generasi muda, harus sejak dini untuk belajar menghindari praktek korupsi karena budaya korupsi ini menjerumuskan bangsa ini ke arah degradasi moral yang luar biasa berbahaya. Seperti belajar untuk tidak mengkorupsi waktu. Sekilas ini memang sepele tetapi inilah salah satu akar lahirnya ketidakjujuran manusia yang kemudian terbiasa korupsi setelah dewasa. Oleh sebab itu, harapan terakhir adalah  jangan membuat rakyat terlalu berharap dengan mimpi yang hanya dijanjikan. Namun bukti nyata yang sangat dibutuhkan.

Septiane Seli Seckonda
Siswi SMA Negeri 7 Malang, Ketua Kelompok Sastra Pelajar Malang.
Foto: sely2


Kirim ke Teman  Cetak             

Berita "Teenagers" Lainnya

Polling

Rubrik Yang Disukai Menurut Anda :

 

Komentar Pembaca

 d kiko abdurahhman on Menggali Sejarah, Menemukan Ikon Kota
saya sangat mendukung dengan adanya koran pendidik...

 Ummu Nisa on Toko Buku Prestasi beri Diskon 20-30 Persen
Saya tertarik dengan bisnis Toko Buku dan alat per...

 Maryanti on Mengintegrasikan Kecerdasan Ganda bagi PAUD
Subhanalloh ternyata kecerdasan itu jamak. kl j...

 sunarti.c on Pramuka Takkan Mati oleh Gempuran Budaya
Saya alumni 81/82 Saya senang bisa silaturahmi ...

 Jono on Yang Menjanjikan di Tahun 2010 : Beasiswa Kuliah sampai Lulus, judul Untuk 20 Ribu Orang
Saya ingin sekali kuliah dan meraih cita-cita kare...

Kalender Kegiatan

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Surat Pembaca

Random Links

HMJ Matematika UIN Malang

View : 94 x hits
Join : 14-Oct-2009 06:27:09

Statistik Situs

Visitors : 1275663
Hits : 2693630
Month : 10747
Today : 429
Online : 13