Targetkan 280 Unit Perumahan Terjual
Selasa, 18 November 2008 07:11:01 - oleh : redaksi
Pesona Mutiara Tidar II Bertahan Konsep Minimalis
MALANG - Hunian memang merupakan kebutuhan utama setiap orang. Hunian tidak hanya ditujukan bagi keluarga muda, melainkan pendatang dari luar Malang. Namun, kriteria hunia tiap orang berbeda-beda. Sebagian memilih rumah dengan tren minimalis, sedangkan beberapa lainnya nyaman dengan konsep barat. Bahkan tidak jarang membeli tanah kosong untuk memuaskan ambisi mendesain rumah beragam model. ”Kebutuhan rumah masa kini relatif tinggi. Terutama keluarga muda, mereka cenderung memilih rumah dengan konsep minimalis, seperti perumahan yang kami tawarkan saat ini, yakni Pesona Mutiara Tidar II,” ujar supervisor perumahan yang terletak di kawasan tidar, Budi Sutopo SE.
Menurut Budi, peminat tren minimalis masih tinggi, karena didukung bentuk sederhana namun tetap elegan. ”Bagi keluarga muda, tren minimalis ini cenderung simpel. Mereka tidak ingin kerepotan merawat rumah. Jadi kami menawarkan luas bangunan mulai 36 m2,” ujarnya.
Ada empat tipe yang ditawarkan, antara lain Karenina, Klaria, Kezia dan Karina, dengan luas bangunan antara 36 m2 sampai 54 m2. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp 90 juta – Rp 180 juta. ”Dibanding perumahan lain dengan luas bangunan serupa, harga di tempat kami jauh lebih murah,” klaim Budi.
Selain itu, Pesona Mutiara Tidar II juga menawarkan harga khusus bagi 20 pembeli pertama, mulai dari Rp 80 juta. ”Ini merupakan bentuk layanan kami terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian. Siapa yang cepat dia yang dapat,” tandas Budi tersenyum.
Budi menargetkan, 280 unit perumahan akan laku terjual dalam jangka dua tahun. Sebelum ini, PT Podo Joyo Masyhur dan Group menggarap Pesona Mutiara Tidar. ”Pesona Mutiara Tidar II terletak di dataran lebih tinggi, sehingga pemandangan relatif lebih bagus dan cuaca lebih dingin, karena berada di perbatasan antara Malang dan Junrejo, Batu,” katanya.
Bahkan, lokasi perumahan terbilang strategis, karena dapat mudah menjangkau berbagai tempat di kota Malang. ”Tidak sulit mencapai pusat kota Malang. Selain itu, tidak jauh menuju kampus. Cukup membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja,” pungkas Budi berpromosi. . tia-KP
MALANG - Hunian memang merupakan kebutuhan utama setiap orang. Hunian tidak hanya ditujukan bagi keluarga muda, melainkan pendatang dari luar Malang. Namun, kriteria hunia tiap orang berbeda-beda. Sebagian memilih rumah dengan tren minimalis, sedangkan beberapa lainnya nyaman dengan konsep barat. Bahkan tidak jarang membeli tanah kosong untuk memuaskan ambisi mendesain rumah beragam model. ”Kebutuhan rumah masa kini relatif tinggi. Terutama keluarga muda, mereka cenderung memilih rumah dengan konsep minimalis, seperti perumahan yang kami tawarkan saat ini, yakni Pesona Mutiara Tidar II,” ujar supervisor perumahan yang terletak di kawasan tidar, Budi Sutopo SE.
Menurut Budi, peminat tren minimalis masih tinggi, karena didukung bentuk sederhana namun tetap elegan. ”Bagi keluarga muda, tren minimalis ini cenderung simpel. Mereka tidak ingin kerepotan merawat rumah. Jadi kami menawarkan luas bangunan mulai 36 m2,” ujarnya.
Ada empat tipe yang ditawarkan, antara lain Karenina, Klaria, Kezia dan Karina, dengan luas bangunan antara 36 m2 sampai 54 m2. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp 90 juta – Rp 180 juta. ”Dibanding perumahan lain dengan luas bangunan serupa, harga di tempat kami jauh lebih murah,” klaim Budi.
Selain itu, Pesona Mutiara Tidar II juga menawarkan harga khusus bagi 20 pembeli pertama, mulai dari Rp 80 juta. ”Ini merupakan bentuk layanan kami terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian. Siapa yang cepat dia yang dapat,” tandas Budi tersenyum.
Budi menargetkan, 280 unit perumahan akan laku terjual dalam jangka dua tahun. Sebelum ini, PT Podo Joyo Masyhur dan Group menggarap Pesona Mutiara Tidar. ”Pesona Mutiara Tidar II terletak di dataran lebih tinggi, sehingga pemandangan relatif lebih bagus dan cuaca lebih dingin, karena berada di perbatasan antara Malang dan Junrejo, Batu,” katanya.
Bahkan, lokasi perumahan terbilang strategis, karena dapat mudah menjangkau berbagai tempat di kota Malang. ”Tidak sulit mencapai pusat kota Malang. Selain itu, tidak jauh menuju kampus. Cukup membutuhkan waktu sekitar 10 menit saja,” pungkas Budi berpromosi. . tia-KP











