Perempuan Harus PeDe dengan Kelebihannya
Senin, 22 Juni 2009 18:21:41 - oleh : redaksi - dilihat 827
UMM- Salah satu bentuk manifestasi kesetaraan gender, perempuan harus mampu membuat karya tulis atau memiliki keahlian tertentu. Itulah kesimpulan dari seminar capacity building ”Dari Perempuan untuk Bangsa” yang diselenggarakan LSM Trisna di kampus II UMM, pekan lalu.
Seminar yang dipadati ratusan guru tidak tetap (GTT) ini berlangsung meriah, karena terlihat juga mahasiswi dan ibu rumah tangga. Bahkan, meski ditujukan untuk perempuan, beberapa pria tampak serius mendengarkan pemateri.
Ketua pelaksana, Husnul Hayati SE, mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan himbauan kepada kaum hawa khususnya untuk lebih memperhatikan peran mereka dalam kemajuan bangsa. ”Masih banyak kan yang dijatuhkan martabatnya sebagai perempuan? Seperti KDRT yang kian marak di era keterbukaan seperti ini,” jelasnya.
Lebih daripada itu, seminar ini berusaha memberikan pesan kepada masyarakat luas, khususnya kaum perempuan untuk menghargai dirinya. “Paling tidak dapat mengetahui kelebihannya, sehingga nantinya dapat menjadi keahlian kaum hawa,” tukasnya.
Apalagi dewasa ini sudah banyak yang berkecimpung dalam dunia tulis menulis. Husnul mengatakan dengan tulisan kaum perempuan juga masih mampu berperan, khusunya dalam mencerdaskan masyarakat. “Lewat karya tulis bisa berbagi ilmu maupun pengalaman dengan orang yang membacanya,” jelasnya.
Tentang LSM TRISNA, Husnul mengatakan, lembaga yang berdiri sejak September 2004 ini masih teguh pentingnya peranan wanita. ”Meskipun hanya memiliki anggota tetap lima orang, kegiatan rutin dalam memberikan pendidikan secara gratis masih berlanjut sampai sekarang,” pungkasnya. sty-KP
Seminar yang dipadati ratusan guru tidak tetap (GTT) ini berlangsung meriah, karena terlihat juga mahasiswi dan ibu rumah tangga. Bahkan, meski ditujukan untuk perempuan, beberapa pria tampak serius mendengarkan pemateri.
Ketua pelaksana, Husnul Hayati SE, mengatakan, tujuan kegiatan ini merupakan himbauan kepada kaum hawa khususnya untuk lebih memperhatikan peran mereka dalam kemajuan bangsa. ”Masih banyak kan yang dijatuhkan martabatnya sebagai perempuan? Seperti KDRT yang kian marak di era keterbukaan seperti ini,” jelasnya.
Lebih daripada itu, seminar ini berusaha memberikan pesan kepada masyarakat luas, khususnya kaum perempuan untuk menghargai dirinya. “Paling tidak dapat mengetahui kelebihannya, sehingga nantinya dapat menjadi keahlian kaum hawa,” tukasnya.
Apalagi dewasa ini sudah banyak yang berkecimpung dalam dunia tulis menulis. Husnul mengatakan dengan tulisan kaum perempuan juga masih mampu berperan, khusunya dalam mencerdaskan masyarakat. “Lewat karya tulis bisa berbagi ilmu maupun pengalaman dengan orang yang membacanya,” jelasnya.
Tentang LSM TRISNA, Husnul mengatakan, lembaga yang berdiri sejak September 2004 ini masih teguh pentingnya peranan wanita. ”Meskipun hanya memiliki anggota tetap lima orang, kegiatan rutin dalam memberikan pendidikan secara gratis masih berlanjut sampai sekarang,” pungkasnya. sty-KP
