Lestarikan Budayamu
Senin, 22 Juni 2009 18:23:50 - oleh : redaksi - dilihat 822
Pameran Studi Seni Rupa SMAN 9 Malang
SMAN 9- Siapa bilang, pelajar SMA tidak sanggup membuat karya seni yang layak dipamerkan? Terbukti siswa SMAN 9 Malang sukses menggelar pameran studi seni rupa, baik duadimensi maupun tiga dimensi. Bahkan beberapa murid sanggup membuat berbagai kreasi daur ulang. Telur yang dihias secantik mungkin ini dijajar diatas mangkuk yang dihiasi kertas berwarna-warni.
Pameran yang dikelompokkan per kelas ini menampilkan keunikan sendiri-sendiri, seperti permainan tradisional yang disebut dakon maupun anyaman-anyaman lain, serta batik, ikut dipamerkan.
Salah satu murid yang menjaga stan bertuliskan kelas XII IPA 3 ini langsung menyorongkan beberapa kerajinan yang dibuat oleh teman sekelasnya. Ternyata kerajinan yang telah dibuat dan dipamerkan tersebut akan dijual kepada pengunjung yang datang. “Ayo mbak, ini kerajinan terbuat dari telur, cuma Rp 5 ribu,” tawarnya.
Guru Kesenian SMAN 9, Heru Sutrisno Drs MSi, menjelaskan, pameran seperti ini untuk memotivasi siswanya dalam berkarya semaksimal mungkin. “Semua siswa kelas X dan XI wajib membuat karya karena akan dinilai,” katanya.
Namun di balik itu, pameran seni ini mengingatkan mereka terhadap keberagaman budaya kesenian. ”Dengan begini mereka secara tidak langsung memelajari seni sehingga mau melestarikan budaya mereka,” ujarnya. sty-KP
SMAN 9- Siapa bilang, pelajar SMA tidak sanggup membuat karya seni yang layak dipamerkan? Terbukti siswa SMAN 9 Malang sukses menggelar pameran studi seni rupa, baik duadimensi maupun tiga dimensi. Bahkan beberapa murid sanggup membuat berbagai kreasi daur ulang. Telur yang dihias secantik mungkin ini dijajar diatas mangkuk yang dihiasi kertas berwarna-warni.
Pameran yang dikelompokkan per kelas ini menampilkan keunikan sendiri-sendiri, seperti permainan tradisional yang disebut dakon maupun anyaman-anyaman lain, serta batik, ikut dipamerkan.
Salah satu murid yang menjaga stan bertuliskan kelas XII IPA 3 ini langsung menyorongkan beberapa kerajinan yang dibuat oleh teman sekelasnya. Ternyata kerajinan yang telah dibuat dan dipamerkan tersebut akan dijual kepada pengunjung yang datang. “Ayo mbak, ini kerajinan terbuat dari telur, cuma Rp 5 ribu,” tawarnya.
Guru Kesenian SMAN 9, Heru Sutrisno Drs MSi, menjelaskan, pameran seperti ini untuk memotivasi siswanya dalam berkarya semaksimal mungkin. “Semua siswa kelas X dan XI wajib membuat karya karena akan dinilai,” katanya.
Namun di balik itu, pameran seni ini mengingatkan mereka terhadap keberagaman budaya kesenian. ”Dengan begini mereka secara tidak langsung memelajari seni sehingga mau melestarikan budaya mereka,” ujarnya. sty-KP
