SUDAH EFEKTIFKAH UANG SAKUMU
Senin, 22 Juni 2009 18:25:33 - oleh : redaksi - dilihat 934
OKE pren TJ, ketemu lagi nie diminggu ini dengan tema kita mengenai pengefektifan uang saku. Nah, kira-kira dah sampai mana nie kalian belajar memanage uang saku kalian? Dah dimanfaatin dengan baik belum? Dah disisihkan buat nabung belum? Buat para pren TJ yang suka boros, mending dari sekarang belajar nabung dari uang saku kalian deh! Banyak banget loh manfaat yang bisa kita peroleh. Kalian pasti pernah donk kepengen membeli suatu barang tapi gak punya uang simpenan dan akhirnya minta sama orang tua kalian. Padahal barang yang kalian pengen itu gak penting-penting banget sih, itu namanya kalian menyusahkan orang tua kalian. Coba deh kalo kalian punya uang tabungan sendiri, kalian pasti gak akan nyusahin ortu kalian, bahkan kalian bakal bangga karena bisa membeli suatu barang dengan uang hasil tabungan kalian sendiri. Yakan?
Kebanyakan orang tua memberikan uang saku pada anak sesuai dengan sikon, umur dan kebutuhan, semakin tinggi tingkat sekolahnya semakin besar pula uang sakunya. Ada pula orang tua yang membiasakan anaknya untuk membawa bekal dari rumah sehingga ia bisa belajar untuk berhemat. Ada juga nih teman dari SMA yang memberikan tips kepada kita. ”Kalau pengen bisa menyisihkan uang untuk ditabung, lebih baik kalian bawa setengahnya aja, supaya jika ada godaan ingin membeli sesuatu kalian bisa menahanya dengan alasan tidak membawa uang lebih, dengan begitu kalian bisa menabung dan mengevektifkan uang saku kalian.” Nah boleh juga tuh ide, bisa dicoba deh!
Ada juga nie dikalangan pelajar SMP rata-rata uang saku mereka antara 5000-10000, dan mereka bisa memanfatkan uang saku mereka dengan baik. Seperti digunakan untuk membeli LKS atau alat tulis dan juga disisihkan untuk ditabung sehingga gak perlu minta orang tua lagi jika pengen beli sesuatu. Sedangkan untuk tingkat SMA sendiri antara 10000-20000 ,mereka ngrasa sangat boros karena kebanyakan uangnya digunakan untuk main-main dan membeli makanan saat nongkron. Tapi ada juga yang merasa sudah efektif krena uang saku mereka digunakan untuk mengerjakan tugas dengan bahan dari internet. So, kalo kalian gimana?
Kebanyakan orang tua memberikan uang saku pada anak sesuai dengan sikon, umur dan kebutuhan, semakin tinggi tingkat sekolahnya semakin besar pula uang sakunya. Ada pula orang tua yang membiasakan anaknya untuk membawa bekal dari rumah sehingga ia bisa belajar untuk berhemat. Ada juga nih teman dari SMA yang memberikan tips kepada kita. ”Kalau pengen bisa menyisihkan uang untuk ditabung, lebih baik kalian bawa setengahnya aja, supaya jika ada godaan ingin membeli sesuatu kalian bisa menahanya dengan alasan tidak membawa uang lebih, dengan begitu kalian bisa menabung dan mengevektifkan uang saku kalian.” Nah boleh juga tuh ide, bisa dicoba deh!
Ada juga nie dikalangan pelajar SMP rata-rata uang saku mereka antara 5000-10000, dan mereka bisa memanfatkan uang saku mereka dengan baik. Seperti digunakan untuk membeli LKS atau alat tulis dan juga disisihkan untuk ditabung sehingga gak perlu minta orang tua lagi jika pengen beli sesuatu. Sedangkan untuk tingkat SMA sendiri antara 10000-20000 ,mereka ngrasa sangat boros karena kebanyakan uangnya digunakan untuk main-main dan membeli makanan saat nongkron. Tapi ada juga yang merasa sudah efektif krena uang saku mereka digunakan untuk mengerjakan tugas dengan bahan dari internet. So, kalo kalian gimana?
