Tetap Harus Lebih Baik
Senin, 22 Juni 2009 18:26:48 - oleh : redaksi - dilihat 881
H Anang Sulistyono SH MH
Kalangan DPRD Kota Malang bertindak cepat dalam merespon hasil UN Kota Malang. Setidaknya dua pertemuan hearing dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk meminta penjelasan. Bahkan jauh sebelum UN digelar, Komisi D yang membidangi pendidikan secara khusus diajak Dinas Pendidikan ke BSNP untuk melihat sendiri sistem dan penyelenggaraan UN.
“Benar, kami sampai merasa perlu untuk mendapat penjelasan dari BSNP tentang UN ini. Kesimpulannya, hasil UN yang dicapai Kota Malang harus disikapi sebagai suatu proses yang membanggakan. Sebab kita menyelenggarakannya dengan lebih baik dan terjamin, beda dengan daerah lain,” ungkap Anang selaku ketua Komisi D.
Selain itu, Anang juga mengharapkan agar kualitas pendidikan siswa maupun sekolah harus dilihat dari riwayatnya. Jangan sampai anak hanya diukur dari hasilnya saat UN tanpa mempertimbangkan konsistensi prestasinya selama menempuh proses belajar. Di Kota Malang misalnya, meski beberapa tahun terakhir rangking hasil UN nya di bawah, namun jumlah lulusannya yang diterima kuliah lebih banyak dibanding daerah lain.
Namun tetap, selaku komisi yang membidangi pendidikan, Anang berharap hasil UN ini menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan. Setidaknya menjadi acuan dalam mempersiapkan dengan lebih baik pada UN berikutnya. Khususnya mempersiapkan siswa dengan memperbanyak latihan soal, serta mempersiapkan guru dengan menggelar banyak pelatihan.
“Soal anggaran itu sudah ada. Dinas diharapkan bisa terus menggenjot kemampuan siswa sekaligus kemampuan gurunya,” tegas Anang. .mas-KP
Kalangan DPRD Kota Malang bertindak cepat dalam merespon hasil UN Kota Malang. Setidaknya dua pertemuan hearing dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kota Malang untuk meminta penjelasan. Bahkan jauh sebelum UN digelar, Komisi D yang membidangi pendidikan secara khusus diajak Dinas Pendidikan ke BSNP untuk melihat sendiri sistem dan penyelenggaraan UN.
“Benar, kami sampai merasa perlu untuk mendapat penjelasan dari BSNP tentang UN ini. Kesimpulannya, hasil UN yang dicapai Kota Malang harus disikapi sebagai suatu proses yang membanggakan. Sebab kita menyelenggarakannya dengan lebih baik dan terjamin, beda dengan daerah lain,” ungkap Anang selaku ketua Komisi D.
Selain itu, Anang juga mengharapkan agar kualitas pendidikan siswa maupun sekolah harus dilihat dari riwayatnya. Jangan sampai anak hanya diukur dari hasilnya saat UN tanpa mempertimbangkan konsistensi prestasinya selama menempuh proses belajar. Di Kota Malang misalnya, meski beberapa tahun terakhir rangking hasil UN nya di bawah, namun jumlah lulusannya yang diterima kuliah lebih banyak dibanding daerah lain.
Namun tetap, selaku komisi yang membidangi pendidikan, Anang berharap hasil UN ini menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan. Setidaknya menjadi acuan dalam mempersiapkan dengan lebih baik pada UN berikutnya. Khususnya mempersiapkan siswa dengan memperbanyak latihan soal, serta mempersiapkan guru dengan menggelar banyak pelatihan.
“Soal anggaran itu sudah ada. Dinas diharapkan bisa terus menggenjot kemampuan siswa sekaligus kemampuan gurunya,” tegas Anang. .mas-KP
