headerphoto

Akses Pendidikan Harus Merata, Ekonomi Kecil Harus Berdaya

Senin, 9 November 2009 18:41:36 - oleh : redaksi - dilihat 298

Menggali Gagasan Bambang Dh Suyono Membangun Kabupaten Malang

Di ujung masa karirnya sebagai abdi masyarakat di Pemerintah Kota Malang ternyata bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Bagi Bambang Dh Suyono, pengabdian yang lebih besar kini tengah ditapaki melalui keinginan yang kuat untuk mengerahkan segenap ide, kemampuan, dan keahlian dalam membawa masyarakat Kabupaten Malang menuju kehidupan yang lebih baik.
Pilihan pengabdian yang lebih besar ini bukannya tanpa dasar. Kepada KORAN PENDIDIKAN, sekretaris daerah kota Malang ini menuturkan pokok-pokok pemikirannya. Terlebih pada bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dua bidang yang menurutnya amat penting untuk dibangun dalam rangka memperbaiki kehidupan masyarakat. Berikut penuturannya.

Berdasarkan capaian hasil ujian nasional, kualitas pendidikan di kabupaten Malang ternyata mampu bersaing. Namun di sisi lain angka penyandang buta aksaranya masih cukup tinggi. Dari pengalaman Anda yang turut membawa Kota Malang meraih banyak keberhasilan bidang pendidikan, apa pemikiran strategis untuk membangun pendidikan di kabupaten Malang ini?
Kualitas pendidikan yang ada sekarang harus mampu dipertahankan dan terus didorong agar semakin bermutu, memiliki relevansi dan daya saing. Ini bisa dilakukan dengan menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan, setidaknya 20 persen anggaran pendidikan dalam APBD harus terpenuhi. Terkait dengan tingginya angka penyandang buta aksara, kata kuncinya ada pada pemerataan dan perluasan akses. Program pendidikan Keaksaraan Fungsional (KF) harus diperkuat demikian pula dengan keberadaan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) harus semakin diayomi. Langkah lain yang bisa ditempuh adalah peningkatan kualitas kerjasama dengan lembaga sosial kemasyarakatan seperti PKK, Muslimat, Aisyiah, PGRI, PERSIT, termasuk juga pelibatan aktif kalangan perguruan tinggi. Membangun pendidikan bagi masyarakat tentu bukan kerja perorangan, kita harus memaksimalkan berbagai jalinan kerjasama.

Lalu bagaimana upaya Anda untuk mendorong angka partisipasi masyarakat di kabupaten Malang agar mampu melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi?
Sebenarnya capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) itu sudah cukup tinggi. Di jenjang SD/MI misalnya, APK nya lebih dari 114 persen (data tahun 2008 –red). Ini berarti hampir semua lulusan SD/MI sudah melanjutkan ke jenjang SMP atau sederajat. Sementara di jenjang SMP sebagai bentuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar (wajar dikdas –red) 9 tahun, APK nya sudah 95 persen. Ini pun sudah naik bila dibanding APK tahun 2007 yang hanya 89.68 persen. Tantangan ke depan adalah mendorong angka partisipasi ini agar masyarakat di Kabupaten Malang mampu memenuhi wajar dikdas 12 tahun.

Apa terobosan Anda dalam mendorong wajar dikdas 12 tahun ini?
Pertama harus ada pembangunan ruang kelas baru bahkan bila diperlukan bisa menambah unit sekolah baru. Ini penting untuk memperluas sekaligus memeratakan akses masyarakat pada lembaga pendidikan. Kedua, model sekolah satu atap bisa terus dikembangkan untuk memudahkan anak didik yang memiliki keterbatasan waktu belajar agar tetap mendapatkan pendidikan dengan layak. Ketiga, perlu dukungan pendanaan berupa ragam bantuan agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mengenyam pendidikan hanya karena faktor biaya. Sumber pendanaan untuk bantuan ini bisa dari APBD, juga bisa digali dari ABPD Provinsi maupun mengintegrasikannya dengan APBN. Keempat, sekolah swasta harus semakin dikembangkan dan diberdayakan. Ini penting untuk memberikan ruang apresiasi dan penghargaan bagi partisipasi masyarakat pada pendidikan sekaligus memperpendek jarak kesenjangan kualitas antara sekolah negeri dan sekolah swasta.

Kondisi guru non PNS di Kabupaten Malang juga belum bisa dibilang baik. Pada beberapa kesempatan mereka kerap melakukan aksi untuk menuntut perbaikan nasib. Sejauhmana Anda memahami kondisi guru non PNS ini serta apa terobosan dalam meningkatkan perbaikan nasib mereka?
Dari pengalaman selama ini, saya melihat ada dua hal besar yang melingkupi kondisi guru non PNS, yaitu soal insentif dan tentunya harapan untuk bisa diangkat sebagai PNS. Soal insentif bagi guru non PNS di Kabupaten Malang memang butuh perbaikan dan peningkatan. Tidak sedikit dari guru non PNS ini yang menerima insentif lebih rendah kalau dibanding daerah lain, bahkan ada yang insentifnya itu lebih kecil dari apa yang mereka terima dari sekolah atau lembaganya. Maka ke depan, insentif yang diberikan pada guru non PNS harus ditingkatkan besarannya, sumber dananya juga tidak hanya dari APBD kabupaten. Dinas Pendidikan harus kreatif dengan menggali sumber lain semisal dari APBD Provinsi maupun dari APBN. Kalau beberapa daerah bisa memaksimalkan sumber-sumber itu, kita juga harus bisa. Sementara soal harapan menjadi PNS perlu ada pemahaman bersama bahwa pengangkatan itu sudah ada aturan hukumnya. Pemerintah membuka kesempatan yang sama bagi siapa saja untuk menjadi PNS, termasuk bagi guru non PNS. Senyampang guru non PNS mampu menunjukkan kualitasnya, jalan untuk diangkat sebagai PNS juga terbuka.

Banyak kebijakan pengembangan pendidikan di tingkat pusat yang itu membutuhkan kreativitas daerah dalam melaksanakannya. Sebut saja misalnya SSN, RSBI, hingga pendidikan vokasional. Dibanding Kota Malang, kreativitas di Kabupaten Malang kurang maksimal dalam menyambut kebijakan seperti ini. Pemikiran apa yang bisa anda gagas?
Sejauh ini kebijakan pengembangan pendidikan yang anda sebut tadi sudah jalan di Kabupaten Malang, meski tidak secepat atau sebanyak Kota Malang. Pada prinsipnya kreativitas harus didorong namun tetap dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Bagi lembaga pendidikan yang memiliki kemampuan dan potensi untuk lebih dulu berkembang itu perlu difasilitasi sembari tetap memeratakan kualitas pada lembaga yang lain. Khusus tentang pendidikan vokasional, dimana nantinya pendidikan diarahkan pada basis keterampilan, tantangan besarnya bukan pada banyaknya jumlah lembaga (SMK –red) melainkan pada daya saing lulusan. Ini yang perlu digagas lebih dulu, salah satunya dengan memfasilitasi banyaknya kesempatan kerja sekaligus mendesain jurusan atau kurikulum yang memang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Anda saat ini tengah memulai langkah untuk mengabdi bagi masyarakat Kabupaten Malang melalui pintu seleksi menuju calon bupati. Di luar gagasan bidang pendidikan, sejauh mana Anda memahami potensi di Kabupaten Malang?
Kabupaten Malang merupakan wilayah yang unik dengan potensi yang dimiliki amat besar. Dari wilayah saja, Kabupaten Malang itu luasnya terbesar kedua di Jawa Timur (setelah Banyuwangi –red). Dari luasan ini, di Kabupaten tumbuh potensi besar bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan lainnya. Kondisi alamnya juga memiliki potensi besar bidang wisata, keindahannya tidak kalah dari Bali atau Yogyakarta. Jumlah penduduknya yang juga besar menjadi sumber potensial untuk menyinergikan pengembangan industri, pariwisata, dan pendidikan.

Sejauhmana Anda mengenali potensi ini untuk selanjutnya bisa menggagas satu program pengembangan. Pada sektor pariwisata misalnya?
Banyak kekayaan alam di kabupaten Malang yang bisa dikembangkan potensinya sebagai obyek wisata. Ada wana wisata macam Gunung Bromo, Air Terjun Coban Rondo, atau Air Terjun Coban Pelangi. Ada Wisata Budaya seperti Candi Singosari, Candi Badut atau tempat ritual di Pesarean Gunung Kawi. Di Kabupaten Malang bagian selatan ada potensi Wisata Pantai seperti Pantai Ngliyep, Pantai Balekambang, dan Pantai Sendang Biru. Ada pula Wisata Tirta yang salah satunya ada Bendungan Selorejo. Agrowisata juga ada di Kebun Teh Wonosari Lawang. Dengan potensi wisata yang lengkap ini, perlu kerja bersama agar menjadi ikon yang kuat. Tidak ada salahnya kita duduk bareng dengan Kota Malang atau juga Kota Batu untuk mengusung potensi wisata ini menjadi semangat bersama. Nantinya akan sama-sama diuntungkan sebab setiap daerah punya keunikan dan potensi sendiri yang itu saling melengkapi. Misalnya, orang yang datang ke Kota Malang untuk berbelanja atau studi tentang pendidikan, bisa kita suguhkan juga potensi wisatanya di Kabupaten Malang. Lebih lengkap lagi kalau berkunjung ke Kota Batu sekalian menikmati alamnya.

Lalu pada bidang industri di masyarakat Kabupaten Malang, sejauhmana Anda memahami potensinya?
Saya diawal tadi menyebut bila kabupaten Malang itu unik, salah satunya bisa dilihat dari kegiatan ekonomi masyarakat. Bidang industri di Kabupaten Malang itu lahir dari karakter sosial, semisal di daerah Wajak ada unit pengolahan susu segar menjadi keju. Di Junrejo, meski dengan peralatan sederhana, masyarakatnya mampu memroduksi jamu instan. Di Dukuh Bebekan Desa Blayu, Tikar Mendong jenis lipatnya sudah memiliki pasar tersendiri. Di Pakis, ada Industri padat karya bordir, di Toyomerto Singosari masyarakat mengembangkan kerajinan klompen, begitu juga di Taman Harjo yang terkenal dengan industri kompornya. Di Ngantang ada industri cobek dari bahan batu, di Wendit sudah terkenal sebagai sentra pembuatan genteng. Turen itu pusatnya pande besi, di Ngantang menjadi sarang burung.

Sama dengan pendidikan, industri juga harus memiliki daya saing. Bagaimana pemikiran Anda untuk melakukan terobosan ini?
Pada prinsipnya yang dibutuhkan adalah sinergi. Pemerintah harus menjembatani tumbuh dan berkembangnya industri yang menggerakkan ekonomi masyarakat kecil ini dengan bidang industri yang lebih besar. Tujuannya agar ada pengolahan yang lebih baik dan diversifikasi produk termasuk adanya peluang memperluas pasar. Di sisi lain, pemerintah harus memperluas jaringan, bukan semata untuk memperluas pasar tapi sekaligus menarik investasi untuk memperkuat dan memperkokoh industri di Kabupaten Malang. (*)

Biodata

Nama

Drs Bambang Dharmawan Suyono MSi
Lahir
Malang, 20 Juni 1952
Alamat
Jl Danau Kerinci Raya E-5/B.12 Malang
Jl P Sudirman 214 B Gondanglegi Kabupaten Malang
Pendidikan
1965    SDN Gondanglegi
1968    SMPN 5 Malang
1972    SMA Cokroaminoto Malang
1982    S1 Administrasi Negara Unmer Malang
2000    S2 Ilmu Administrasi Negara UB Malang
Karir
1985    Kasubag di Bagian Ekonomi Sekda Tingkat II Kodya Malang
1989    Kasi Pendapatan Dinas Pasar Dati II Kodya Malang
1997    Kabag Perekonomian Sekda Tingkat II Kodya Malang
1998    Asisten Administrasi Sekda Tingkat II Kodya Malang
2001    Kepala Dinas Pendapatan Kota Malang
2004    Kepala BPMKB Kota Malang, Kepala Dinas Kimpraswil Kota Malang
2006 – kini    Sekretaris Daerah Kota Malang
2008    Plt Walikota Malang
Organisasi   
Manager Persema, Wakil Ketua Umum KONI  Kota Malang, Wakil Ketua Umum Pengcab PSSI  Kota Malang, Penasehat FORSSMARA Forum Sekolah Sepak Bola Malang Raya,
Pengurus Kwarcab Pramuka Kota Malang, Ketua KPRI Gajayana Kota Malang, Pengurus Ikatan Alumni Unmer Malang, Sekretaris ISEI Malang, Pengurus KORPRI Kota Malang,
Pengurus DEKOPINDA Kota Malang, Ketua PERHARSIA Angkatan IX, Pengurus Forum Komunikasi Kesenian Tradisional Malang Raya, Penasehat GP Ansor Kota Malang
Ketua Dewan Pembina LPM Malang Raya

Penghargaan
Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya 20 Tahun
Istri
Dwi Rini Dahliani BA
Anak
Khiki Ardiano SSos
Rizky Ardiansyah
Dita Parwitasari SE
Cucu
Ramadhan Fattah Firdaus Ardiyono
Salsabila Aliya Ardiyono
Nadinda Aleshia Azzahrah


Kirim ke Teman  Cetak             

Berita "Dialog" Lainnya

Polling

Rubrik Yang Disukai Menurut Anda :

 

Komentar Pembaca

 lusi nursobah on SMP Raden Patah Impikan Sekolah Berbasis Agribisnis
saya mau tanya bagaimana caranya mengembangkan sek...

 veronika wawo on Di Balik Kegagalan UN
kalau susun soal ujian nasional perbandingan soal ...

 Agustinus Slamet R. on Tentang SK Inpassing
Berkas inpassing kami masukan ke Jakarta bulan Jun...

 d kiko abdurahhman on Menggali Sejarah, Menemukan Ikon Kota
saya sangat mendukung dengan adanya koran pendidik...

 Ummu Nisa on Toko Buku Prestasi beri Diskon 20-30 Persen
Saya tertarik dengan bisnis Toko Buku dan alat per...

Kalender Kegiatan

« Sep 2010 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

Surat Pembaca

Random Links

HMJ Matematika UIN Malang

View : 95 x hits
Join : 14-Oct-2009 06:27:09

Statistik Situs

Visitors : 1278245
Hits : 2705378
Month : 10376
Today : 354
Online : 9