Wakil Kota Gerdu Seberang Jalan
SDN Sukorame 2
SDN SUKORAME 2- Gerdu Seberang Jalan bukanlah pos ronda untuk jaga malam, namun perpanjangan gerakan terpadu sekolah bersih rindang dan anti jentik berkelanjutan. Sebuah program lomba yang masih satu payung dengan Lomba Sehat Sekolah (LSS). Lomba inilah yang sekarang mencoba diraih SDN Sukorame 2 Kediri.
Meski sedang melakukan persiapan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN), SDN Sukorame 2 tetap bergeming untuk merebut Gerdu Seberang Jalan tingkat propinsi 2010 ini. Hal yang wajar mengingat sekolah ini dinobatkan sebagai yang terbaik dalam tema sekolah rindang tahun 2009 lalu, mengalahkan dua kandidat, SDN Dandangan dan SD Pawyatan Dhaha.
”Poin yang dinilai antara lain UKS, praktik tim jumantik, dan administrasi pendukung, termasuk pihak lingkungan sekolah mencakup kelurahan hingga puskesmas,” terang Kepala SDN Sukorame 2, Choiriyah SPd, MM.
Secara geografis, sekolah ini memang diuntungkan berada di sebuah kawasan pusat pendidikan. Ramai namun tidak berisik, sebab dalam tata ruang Kota Kediri diperuntukkan perkantoran instansi pemerintah dan pendidikan. Pemukiman penduduk, pun terhitung pada skala tertata. Ukuran fisik sekolah tidak besar, namun bukan pula kecil, sebab hasil gabungan dari SDN Sukorame 1 dan 2.
Choiriyah juga mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan lingkungan sekitar memrogramkan aktifitas kebersihan, terutama dalam hal kerindangan dan penanganan nyamuk. Rutin, tiap dua minggu sekali, tim jumantik sekolah berkeliling memeriksa jentik nyamuk di rumah-rumah penduduk.
”Ada lima tim dari sekolah kami yang secara rutin berkeliling ke rumah penduduk. Tiap beraktifitas tim sekolah didampingi tim jumantik dari RT dan PKK setempat,” imbuh Choiriyah.
Untuk menjaga ritme kerja, tim dibentuk dengan anggota siswa kelas IV dab V, karena siswa kelas VI difokuskan persiapan UASBN. Aktifitas pengamatan tim umumnya mencakup selokan, kamar mandi, bak rumah, dan kontrol kandang unggas. Disamping itu, sekolah juga memiliki program rutin mingguan yang diikuti seluruh siswa, yaitu Jumat bersih. ”Terkait lomba, persiapan lebih kami fokuskan pada perbaikan sanitasi dan peningkatan SDM siswa,” pungkas Choiriyah. .rer-KP
