India Tawarkan Beasiswa
Sabtu, 19 Januari 2008 05:39:32 - oleh : redaksi - dilihat 2146
DEMPO- Siswa Indonesia mendapat kesempatan studi di India. Begitulah tantangan yang ditawarkan Duta Besar India untuk RI, Navrekha Sharma saat kunjungan kerja ke SMAK Santo Albertus (Dempo) Kota Malang, Sabtu lalu.
Navreka yang juga didaulat untuk memberikan ceramah kepada ratusan pelajar salah satu sekolah tervaforit di Kota Malang itu, mengatakan, antara India dan Indonesia sudah memiliki hubungan sejarah, dan budaya sejak ratusan tahun silam.
Pemimpin besar India, Gandhi, dan mantan PM India, Jawarahal Nehru, memiliki hubungan erat dengan para pemimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti halnya Presiden RI I, Soekarno, karena sama-sama memiliki rasa cinta terhadap tanah air, dan tidak rela bangsanya dijajah.
Kerja sama yang sangat erat di masa lalu tersebut, menurut Navreka masih bisa dikembangkan lagi di masa sekarang, utamanya dalam hal pengembangan pendidikan, karena pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling penting demi kemajuan Indonesia dan India.
“Saya pikir hanya melalui pembangunan hubungan kerja sama yang baiklah, kondisi yang ada saat ini bisa dibenahi secara bersama-sama, utamanya dalam hal membangun kerja sama di bidang pendidikan,” terangnya.
India saat ini banyak menawarkan bantuan kerjasama di bidang pendidikan, yakni beasiswa untuk jenjang pendidikan S-2 dan S-3. Beasiswa ini diberikan setiap tahun, untuk 20 mahasiswa dari Indonesia yang berminat belajar ke India.
Selain program tersebut, masih ada program pendidikan jangka pendek atau kursus singkat. ”Program ini diberikan kepada 80 pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang ingin belajar bidang ilmu apa saja di India secara gratis,” tuturnya.
Bidang pendidikan yang ditawarkan bisa dipelajari di India, antara lain bidang IT, komputer, gender, kemanusiaan, kedokteran, dan ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti kebudayaan, sejarah, kesenian, dan sastra. “Selama ini yang banyak belajar ke India adalah para pejabat, guru, dan LSM yang ada di Indonesia. Kami juga memberikan kesempatan kepada para pelajar dan guru Dempo untuk ke India,” terangnya.
Humas SMAK Santo Albertus Malang, FX Lilik Widyatmoko menyatakan, menyambut baik tawaran kerja sama dari India ini. Dia mengaku, pasca kunjungan ini akan segera melakukan penjajakan ke India. “Kemungkinan besar pada minggu depan, salah satu dewan penasehat SMAK Santo Albertus, Romo Albertus Erwanta akan melakukan kunjungan ke India, sebagai bentuk kunjungan balasan, dan sekaligus melakukan penjajakan kerjasama,” terangnya..bin-KP
Navreka yang juga didaulat untuk memberikan ceramah kepada ratusan pelajar salah satu sekolah tervaforit di Kota Malang itu, mengatakan, antara India dan Indonesia sudah memiliki hubungan sejarah, dan budaya sejak ratusan tahun silam.
Pemimpin besar India, Gandhi, dan mantan PM India, Jawarahal Nehru, memiliki hubungan erat dengan para pemimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia, seperti halnya Presiden RI I, Soekarno, karena sama-sama memiliki rasa cinta terhadap tanah air, dan tidak rela bangsanya dijajah.
Kerja sama yang sangat erat di masa lalu tersebut, menurut Navreka masih bisa dikembangkan lagi di masa sekarang, utamanya dalam hal pengembangan pendidikan, karena pendidikan adalah bentuk investasi jangka panjang yang paling penting demi kemajuan Indonesia dan India.
“Saya pikir hanya melalui pembangunan hubungan kerja sama yang baiklah, kondisi yang ada saat ini bisa dibenahi secara bersama-sama, utamanya dalam hal membangun kerja sama di bidang pendidikan,” terangnya.
India saat ini banyak menawarkan bantuan kerjasama di bidang pendidikan, yakni beasiswa untuk jenjang pendidikan S-2 dan S-3. Beasiswa ini diberikan setiap tahun, untuk 20 mahasiswa dari Indonesia yang berminat belajar ke India.
Selain program tersebut, masih ada program pendidikan jangka pendek atau kursus singkat. ”Program ini diberikan kepada 80 pelajar maupun mahasiswa Indonesia yang ingin belajar bidang ilmu apa saja di India secara gratis,” tuturnya.
Bidang pendidikan yang ditawarkan bisa dipelajari di India, antara lain bidang IT, komputer, gender, kemanusiaan, kedokteran, dan ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti kebudayaan, sejarah, kesenian, dan sastra. “Selama ini yang banyak belajar ke India adalah para pejabat, guru, dan LSM yang ada di Indonesia. Kami juga memberikan kesempatan kepada para pelajar dan guru Dempo untuk ke India,” terangnya.
Humas SMAK Santo Albertus Malang, FX Lilik Widyatmoko menyatakan, menyambut baik tawaran kerja sama dari India ini. Dia mengaku, pasca kunjungan ini akan segera melakukan penjajakan ke India. “Kemungkinan besar pada minggu depan, salah satu dewan penasehat SMAK Santo Albertus, Romo Albertus Erwanta akan melakukan kunjungan ke India, sebagai bentuk kunjungan balasan, dan sekaligus melakukan penjajakan kerjasama,” terangnya..bin-KP
