Cegah Bahaya dengan TV Sehat
Sabtu, 19 Januari 2008 05:40:53 - oleh : redaksi - dilihat 1845
UMM- Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Prof Dr Ir Mohammad Nuh, DEA, berharap media harus bisa menjadi sumber edukasi, pemberdayaan dan pencerahan.“Media bisa mendidik dan memberikan masukan yang positif bagi masyarakat,” ujar Nuh usai menghadiri Seminar Nasional Gerakan Melek Media di UMM, Minggu (13/1) kemarin.
Bahkan ia sempat juga mengatakan bahwa jika perlu, saham televisi-televisi lokal bisa dimiliki oleh masyarakat di daerah tersebut. “Sehingga masyarakat bisa merasa memiliki termasuk dalam pengembangannya,” lanjutnya sebelum kemudian menyempatkan memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren KH Nur Ismail di kawasan Sengkaling.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ketua PP Aisyiyah, Dra Hj Siti Noordjannah Djohantini, MM, Msi dengan mengadakan gerakan TV Sehat. “Ini merupakan aksi kegiatan untuk membangun dan memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya sikap kritis dan selektif dalam menonton televisi,” paparnya.
Menurut Siti, hal ini juga akan membantu mewujudkan keluarga sakinah. Kegiatan ini bisa dimulai dibiasakan dalam meminimalisasi frekuensi dan menyeleks kegiatan menonton televisi. “Sehingga ada usaha pengalihan pada kegiatan yang lebih produktif dan konstruktif yang aman dan tidak membawa buruk bagi pemirsa,” lanjutnya. .lan-KP
Bahkan ia sempat juga mengatakan bahwa jika perlu, saham televisi-televisi lokal bisa dimiliki oleh masyarakat di daerah tersebut. “Sehingga masyarakat bisa merasa memiliki termasuk dalam pengembangannya,” lanjutnya sebelum kemudian menyempatkan memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren KH Nur Ismail di kawasan Sengkaling.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ketua PP Aisyiyah, Dra Hj Siti Noordjannah Djohantini, MM, Msi dengan mengadakan gerakan TV Sehat. “Ini merupakan aksi kegiatan untuk membangun dan memperluas kesadaran masyarakat tentang pentingnya sikap kritis dan selektif dalam menonton televisi,” paparnya.
Menurut Siti, hal ini juga akan membantu mewujudkan keluarga sakinah. Kegiatan ini bisa dimulai dibiasakan dalam meminimalisasi frekuensi dan menyeleks kegiatan menonton televisi. “Sehingga ada usaha pengalihan pada kegiatan yang lebih produktif dan konstruktif yang aman dan tidak membawa buruk bagi pemirsa,” lanjutnya. .lan-KP
