Rubrik : cerpen
IMPIAN DI PUNCAK BOROBUDUR
Oleh: Sulistyaningtyas (*)Denting-denting gamelan yang terdengar dari dalam ruangan lebar itu menggema keras. Suara peking-ku melengking di antara suara-suara yang lain. Suara gong yang memekakkan telinga seakan tak mau kalah dari ketukan bonang- bar...
Batavia: Paris van Indonesia
Oleh: Sulistyaningtyas (*)Selembar foto tentang keelokan alam mampu menterjemahkan serangkaian kalimat yang hanya bisa terbaca oleh hati.Gerimis.Titik-titik hujan bening tampak riang menghujani permukaan bumi yang kering. Butiran-butiran air dingin i...
Merajut Impian Bengkalis
Sulistyaningtyas (*)Serumit dodekaeder Garis-garis diagonal tergambar semuDengan rusuk-rusuk tajam menusuk alam pikirSisi-sisi lebar namun matiDan sudut-sudut runcing tapi tumpulSeperti sebentuk senyawa barium kloridaMemercikkan api kecil dalam genan...
PERFECT BOY
Nur Indayati (*)Oxcel sedang merasakan kebahagiaannya, baru saja naik kelas 2 SMA. Di sekolahnya, siswa kelas 2 SMA sudah sangat wajib punya pacar, namun hingga sekarang Oxcel belum punya pacar. Sebenarnya sejak pertama masuk ke SMA Budi Luhur, satu ...
The Crazy Class
Arifa F.Z.M (*)“Tet, tet, tet” bel berbunyi dengan nyaringnya. Anak-anak VIII C langsung menuju kelasnya. Kelas VIII C memang kelas yang terkenal dengan nakal, rame, kotor dan hal-hal lain yang membuat guru yang mengajar tidak betah berada disitu...
Selamat Jalan, Ayah…
M. Ilham A. T. (*)Sore itu Akbar tampak tergesa-gesa, Ia sedang beres-beres karena Akbar harus segera pergi ke pondok pada malam harinya. Ketika Akbar sedang beres-beres, Ayahnya memangil, “Akbar, bukain pintu, kayaknya ada tamu,” lanjut ayahnya ...
MENGINGATMU
Nur Indayati (*)Kupandangi tetes-tetes hujan yang membasahi hamparan rumput, siang ini. Setahun sudah berlalu setelah pertemuanku denganmu yang terakhir, tapi ingatanku untuk sosokmu tetap sesegar rumput yang terus basah disiram hujan. Hari itu, hamp...
Untuknya yang Kini Pergi
26 Juni 2008Pagi masih mengembun, malam masih engan meninggalkan singgasananya, kuamatititik-titik embun di permukaan daun-daun melati di bawah jendela kamarku, beningseperti kristal. Jika ada surya pasti wajahku dengan mata sembab karena semalamanme...
Saat itu Kau Merampasnya Dariku, Tuan
Matahari tampak menyapaku dari balik ventilasi kamar. Sinarnya melambai membangunkan tidur lelapku. Mataku yang tampak segaris pun mulai ingin menyembunyikan kelopaknya. Aku terbangun, melihat ke arah datangnya suara jam yang berdering, menggeser sed...
Minder No! PeDe Yes!
Vivi Meidina Amalia )*Di siang hari yang panas, pelajaran Seni Budaya dimulai. Suasana hening terasa. Pak Tonto, Guru Seni Budaya yang terkenal cool itu memberikan materi layaknya hari-hari biasa, namun ada yang sedikit berbeda, beliau memberi materi...










