Home »  Olahraga »  Cabor Kempo Jatim Terancam Absen di PON 2012
Cabor Kempo Jatim Terancam Absen di PON 2012
Selasa, 17 Januari 2012 19:13:26  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 55

JATIM - Kinerja KONI Jawa Timur (Jatim) kiranya patut di kritik. Pasalnya salah satu cabang olahraga (cabor) yakni Kempo terancam tidak bisa mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012 mendatang. Persoalannya akibat krisis finansial. Situasi yang kritis ini tidak lepas tidak adanya anggaran yang dimiliki. Pengprov Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Jatim sebenarnya sudah mengajukan anggaran ke KONI Jatim, sayang hingga hari ini belum juga cair.


Wakil Ketua Umum Perkemi Jatim, John Christian tidak menampik 30 atletnya terancam tidak bisa mengikuti PON. Sebab syarat untuk mengikuti PON harus melewati kualifikasi PON. "Kami tidak memiliki anggaran sama sekali, dan tidak ada pinnjaman sesuai yang kita butuhkan," kata John.


Dengan sisa waktu dua pekan kedepan, sulit baginya untuk mendapatkan anggaran. Sejak bulan April silam sudah mencoba melakukan peminjaman tetapi kerap menemui jalan buntu. Padahal Perkemi Jatim hanya butuh Rp 60 juta untuk biaya transportasi saja dengan kekuatan 30 atlet.  John mengaku sudah mengajukan ke KONI Jatim untuk memeinta anggaran beberapa waktu lalu. Sayangnya KONI Jatim dianggap belum memberi respon positif terhadap keluhan anggotanya. Padahal belum lama ini banyak cabang olahraga yang mengeluhkan pengelolaan anggaran KONI Jatim. "Saya tidak tahu, tersendatnya keuangan itu ada KONI Jatim atau di pengurus," lanjutnya.


Masalah kebijakan KONI Jatim dalam mengucurkan dana sudah dikeluhkan banyak cabor. Sebelumnya, cabor panjat tebing dan gulat sudah 'ngerutu' mengenai masalah ini. Banyak yang membandingkan kepengurusan Saifullah Yusuf saat ini berbeda dengan pemimpin KONI Jatim sebelumnya, Imam Utono. Di bawah Imam, cabor tidak pernah mengeluhkan
masalah dana. "Setahu saya, keuangan organisasi tidak bisa diandalkan. Berdasar pengalaman, biaya keikutsertaan kualifikasi PON maupun kejurnas ditanggung KONI Jatim. Itu sudah berlangsung sejak era pak Imam Utomo," jelasnya.


John tidak tahu banyak tentang kepengurusan saat ini. Maklum cabang olahraga kempo tidak masuk puslatda Jatim 100/ II. Tetapi bukan berarti cabor yang menjadi asal muasal olahraga beladiri se dunia ini ditinggal begitu saja. "Tidak fair kalau kami tidak diperhatikan," pungkasnya. . bjc/ksn-KP

Baca "Olahraga" Lainnya

Komentar Anda

close