|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Hymne Guru » Membuat PTK (KTI) Semudah Menyusun RPP

Membuat PTK (KTI) Semudah Menyusun RPP

Kamis, 7 Juni 2012 11:39:59  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 423
Membuat PTK (KTI) Semudah Menyusun RPP

Banyaknya sejawat guru yang mengalami kendala kenaikan pangkat dari IV/a menuju IV/b membuat prihatin semua pihak yang sehari-harinya berkutat dengan administrasi sekolah dan nilai-nilai yang diberikan kepada peserta didik. Bahkan untuk menghindari sekaligus mengambil langkah praktis sebelum diberlakukannya Permen PAN-RB No 16/2009, banyak sejawat guru membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau PTK (Penelitian Tindaka Kelas) “abal-abal” dengan mengeluarkan sejumlah uang yang relatif besar.

Sebagai pekerja profesional, guru harus peka dalam melihat persoalan kerjanya. Juga, kreatif dalam berinovasi dan selalu mengevaluasi kinerjanya dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Padahal, untuk membuat suatu PTK atau Karya Tulis Ilmiah sebenarnya bisa dimulai dari menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan cermat. Bila ini dilakukan dan dicermati yang kemudian diterapkan dihadapan peserta didik kemudian dievaluasi, itu sudah merupakan langkah awal menyusun konsep ilmiah dalam pembelajaran. 

Sayangnya, kebanyakan sejawat guru, membuat RPP saja mengandalkan “copy paste” dari perangkat yang sudah ada. Apakah itu dengan ”download” dari internet atau dari sejawat guru. Melakukan gerakan ini, tidak dilarang hanya apakah dengan melakukan copy paste tersebut bisa mewakili kompleksitas yang ada di sekolah tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa menyusun RPP yang valid dan terus menerus dievaluasi dianggap penting dan merupakan kebutuhan bagi guru dalam meningkatkan profesionalismenya.

Pertama, RPP sebagai konsep dasar pelaksanakan program pembelajaran di kelas yang disusun menyerupai penelitian tindakan dapat meningkatkan kinerja guru karena guru tidak lagi menjadi pendidik yang puas terhadap apa yang dikerjakannya selama bertahun-tahun. Dengan penyusunan RPP yang valid, guru akan dapat melakukan upaya perbaikan dan berinovasi sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.

Kedua, dengan memahami tahapan-tahapan penyusunan RPP, guru akan mampu memperbaiki proses pembelajaran apalagi dengan melalui kajian ilmiah terhadap apa yang terjadi di kelasnya. Dengan demikian, proses belajar-mengajar bukan sebagai rutinitas guru sehari-hari, tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang disertai tindakan ke arah peningkatan kualitas proses belajar-mengajar.

Ketiga, dengan menyusun, melaksanakan dan menindaklanjuti konsep yang ada di RPP sudah merupakan langkah maju sekaligus sebagai penelitian tindakan. Sehingga guru menjadi kreatif karena guru selalu dituntut untuk melakukan inovasi sebagai implementasi dari metode dan model  pembelajaran serta bahan ajar yang dipakainya.

Tiga hal tersebut setidaknya menjadi dasar dan pertimbangan perlunya guru membuat RPP yang berkualitas. Untuk itu, ada baiknya bagi guru untuk mulai bertindak dan berupaya belajar dan membuat RPP yang ilmiah. Karena RPP yang selalu dievaluasi di dalam kelas yang menjadi murid binaanya sangat membantu kekurangan yang ada pada diri pendidik.

Tantangan bagi guru ke depan memang lebih berat seiring dengan tugasnya sebagai guru profesional. 

Untuk itu, mari kita sadari bahwa sebelum kita melangkah membuat karya ilmiah, berkaca pada diri sendiri, sudahkah kita menyusun dan membuat RPP yang selalu dievaluasi keberadaannya. Ingat ke depan membuat tulisan ilmiah bagi guru adalah sebuah keharusan. Bukan hanya untuk kenaikan pangkat, melainkan juga untuk meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan yang makin maju dan itu dimulai dari RPP yang berkualitas bukan hanya “copy paste”. Selamat berkarya rekan sejawat guru. Kita pasti bisa! (*)

Baca "Hymne Guru" Lainnya

Komentar Anda