|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Guru Menulis » Hilang Kreativitas, Asahlah Otak Kanan

Hilang Kreativitas, Asahlah Otak Kanan

Rabu, 8 Agustus 2012 15:54:04  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 767

Ketika para guru sudah mulai hilang kreativitasnya, ketika para guru sudah mulai jenuh dengan pekerjaannya, ketika para guru sudah mulai suntuk melihat murid-muridnya yang sulit memahami pelajaran. Maka ingatlah Matahari, yang tiada pernah mengeluh capek memancarkan sinarnya di pagi hingga petang hari. Ingatlah bahwa semua hukum alam dan sifat bawaan alam itu mesti bergerak-gerak terus dengan seluruh isinya. Di sini, satu-satunya pantangan adalah berhenti, karena berhenti akan mengakibatkan kehancuran yang sehancur-hancurnya.
Anda amati saja: peredaran benda-benda langit, peredaran darah, peredaran udara, aliran sungai, thawaf jamaah haji. Semuanya menyerupai arus. Selalu bergerak terus-menerus. Demikian pula guru, harus bergerak terus, yang  perlu digerakkan adalah otaknya agar selalu muncul kreativitasnya.
Mayoritas guru, gaya berpikirnya pakai otak kiri, karena guru jarang berimajinasi punya usaha banyak dan uang banyak kemudian membuka cabang usaha dimana-mana seperti entrepreneur. Mayoritas guru, sudah cukup puas dengan gaji bulanannya. Tapi guru abad ini harus lebih kreatif dan bisa mencetak entrepreneur yang banyak, sehingga guru harus merubah kebiasaan berpikir  otak kirinya dengan memakai otak kanannya.
Mudah dipahami, otak kanan adalah mata air yang mengalirkan anak-anak sungai yang bernama kreativitas, intuisi, dan imajinasi. Tidak dapat dielakkan, untuk lebih kreatif, intuitif, dan imajinatif, maka anda harus membersihkan mata airnya. Dengan kata lain, Anda harus mengasah otak kanan Anda.
Selanjutnya catatlah, otak kiri cenderung memikirkan, otak kanan cenderung membayangkan. Nah, ketika Anda membayangkan sesuatu berulang-ulang, maka itu akan masuk ke otak bawah sadar Anda. Dapat dikatakan, otak kanan adalah gerbangnya otak bawah sadar itu jauh lebih menentukan daripada otak sadar. Dengan demikian, otak kanan itu memang minta ampun pentingnya.
Agar mudah diingat, otak kiri itu saya simbolkan dengan baris-berbaris. Serba membosankan. Kebalikannya, otak kanan saya simbolkan dengan bercinta. Serba menyenangkan. Melibatkan emosi, kreativitas, spontanitas, dan imajinasi. Dari sini, bisalah guru menggunakan pendekatan yang berbeda, saat menghadapi masalah rumit. Cara ini telah digunakan Ullyssess S.Grant semasa kecil. Grant suka menggunakan akalnya untuk mengalahkan anak lembu untuk ditunggangi siapapun. Anak lembu itu sangat keras kepala, sehingga seorang pemain sirkus membelinya. Kemudian sang pemain sirkus itu menawarkan uang bagi siapa saja yang menungganginya pada waktu yang ditetapkan.
Grant menyaksikan beberapa anak muda yang mencoba menunggangi anak lembu itu terlempar ke tanah. Setelah tiba gilirannya untuk menunggangi anak lembu itu, Grant menggunakan pendekatan yang berbeda. Grant tidak menunggangi anak lembu dengan cara biasa, melainkan melompat ke atas badan anak lembu dengan terbalik. Sehingga, Grant dapat memandang ke arah ekornya. Sambil mencengkeram perut anak lembu itu dengan kakinya, Grant memegang ekornya. Walaupun anak lembu itu menggoncang-goncangkannya, Grant tidak terjatuh. Alhasil, Grant dapat mengalahkan anak lembu itu.
Hikmah yang tersirat dari cerita diatas adalah: pertama, mencari jalan yang pelik untuk satu masalah dan yang kedua, mencetuskan konsep baru. Berkat kreativitasnya, seorang Master Coach dari Icoach, Tom Mc Ifle, dapat membantu klien-kliennya meningkatkan omzetnya tanpa iklan. Berkat kreativitasnya, Badroni Yuzirman dapat membangun komunitas Tangan diatas  dan Asri Tadda dapat mencetak uang ratusan juta, hanya melalui blog.
Setelah lulus pelatihan High-Tech, Geuri Nanda mencoba menghadirkan sebuah jam weker yang unik dan menggelitik namanya Clocky. Clocky ini tidak hanya sekedar berbunyi lantang di pagi hari, tapi  juga bisa melompat-lompat di sekitar kamar Anda. Jadi untuk mematikannya, mau tidak mau anda harus mengejarnya. Bangun beneran kan? Kreativitas tidak hanya yang aneh-aneh tapi juga semangat perubahan.
Langkah berikutnya adalah, guru harus memiliki keyakinan. Yakinlah bahwa dengan kreativitas segalanya akan tuntas. Dan tolong digarisbawahi, keyakinan itu adalah faktor pengali. Dalam artian, keyakinanlah yang membuat sesuatu itu menjadi kenyataan/tidak. Khusus untuk keyakinan, angkanya hanya 1 atau 0. Katakanlah, Anda punya 100 action, tapi 0 keyakinan. Itu artinya 100x0. Hasilnya 0 besar. Sebaliknya, anda punya 2 action dan 1 keyakinan. Itu artinya 2x1. Hasilnya? Sesuatu itu masih mungkin menjadi kenyataan. Dengan kata lain, adalah sia-sia action, jika tidak diiringi dengan keyakinan. Ini berlaku untuk Nabi sekalipun. (*)

 

Ruhana Mayasari SAg
Guru SD Plus Rahmat Kediri

Baca "Guru Menulis" Lainnya

Komentar Anda