|
Selamat Datang, Register | Login
Home » PAUDNI » Tingkatan Belajar Gerak Anak PAUD

Tingkatan Belajar Gerak Anak PAUD

Rabu, 10 Oktober 2012 10:48:09  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 1044
Tingkatan Belajar Gerak Anak PAUD

Tumbuh kembang seorang anak dipengaruhi oleh bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan dan sistem pembelajaran yang diberikan kepada mereka. Keduanya berpengaruh terhadap cara anak menangkap apa saja yang diajarkan kepadanya. Misalnya, Gallahue (1998) yang menyatakan terdapat lima tingkatan dalam belajar gerak pada anak usia dini yaitu; tingkat penjelajahan (exploration), tingkat penemuan (discovery), tingkat gabungan (coordination), tingkat pemilihan (selection), tingkat penghalusan (refine).
Dari pembagian tingkat belajar gerak tersebut, bila kita akan melaksanakan aktivitas jasmani tentu akan disesuaikan antara karakteristik perkembangan anak dengan metode yang akan digunakan.

Tingkat Penjelajahan; Anak dalam mempelajari sesuatu melalui mencoba mencari apa yang akan mungkin dia kerjakan, misalnya dalam mengembangkan kegiatan berjalan, guru tidak memberikan contoh bagaimana cara berjalan tetapi anak mencari sendiri bagaimana cara dan macam jalan. Bagi anak yang sehat kegiatan perkembangan ini akan menjadikan kesukaannya karena ia dipercayakan menciptakan dan menjelajahi sendiri apa yang ditugaskan padanya.
Tingkat Penemuan; Pada tingkat ini merupakan lanjutan dari tingkat penjelajahan. Bila anak telah menemukan berbagai macam cara jalan, yang sudah dikuasai dengan berbagai kecepatan, berbagai arah, berbagai irama, berbagai lingkungan yang berbeda maka anak akan menemukan mana cara yang paling bagus dalam berjalan tersebut dan dimana dipergunakan. Umpamanya untuk berjalan cepat yang paling baik adalah dengan cara berjalan dengan langkah dan ayunan tangan yang seimbang, pandangan ke depan dan sebagainya. Ia akan menentukan untuk berjalan biasa badannya demikian, langkahnya demikian, badannya harus begini atau begitu, ayunan tangan dan pandangan, bahu serta dadanya harus begini dan sebagainya. Disamping itu berjalan untuk senam irama harus begini dan sebagainya. Kesemuanya ini adalah anak sendiri yang menemukanya, guru memberikan teknik dan cara yang benar dari gerakan dan sikap berjalan, berlari, melompat, dan sebagainya.
Tingkat Pemilihan; Tingkatan ini biasanya mulai diberikan pada pemilihan suatu kegiatan olah raga atau teknik kecabangan, biasanya pada anak usia SD kelas 5 ke atas.
Tingkat Penghalusan; Tingkat penghalusan adalah tahap dalam melanjutkan latihan atau aktivitas gerak yang sudah diajarkan sebelumnya yaitu seperti proses seleksi. Pada tingkat ini guru berusaha bagaimana ia akan berprestasi pada salah satu cabang olahraga tertentu.

Selain yang diuraikan di atas, terdapat dua kecerdasan yang mengiringi perkembangan anak yaitu pertama, kecerdasan fisik (kinestetik). Kecerdasan ini merupakan suatu kecerdasan dimana saat menggunakannya anak mampu melakukan gerakan-gerakan yang teratur dan bertujuan, seperti; berlari, menari, membangun sesuatu, semua seni dan hasta karya. Banyak orang yang berbakat secara fisik dan “terampil menggunakan tangan” tidak menyadari bahwa mereka menunjukkan bentuk kecerdasan yang tinggi. Kecerdasan yang sama nilainya dengan kecerdasan yang lain.
Kedua, unsur kesegaran jasmani. Kesegaran jasmani seseorang berhubungan dengan kesehatannya (physical fitness). Dalam mengembangkan kemampuan jasmani pada anak usia dini ada beberapa unsur yang harus dipahami oleh guru, yaitu; kekuatan (strength), daya tahan (endurance), kecepatan, kelincahan (agylity), kelenturan (fleksibility), koordinasi, ketepatan, dan keseimbangan. (*) sumber: kemdikbud (diolah)

Baca "PAUDNI" Lainnya

Komentar Anda