|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Wacana » Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah

Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah

Kamis, 10 Mei 2012 11:01:07  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 2608
Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah

Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I

Penulis Buku Manajemen Pendidikan Islam

Manajemen sarana prasarana adalah suatu kegiatan bagaimana mengatur dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan secara efisien dan efektif dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, proses kegiatan manajemen sarana prasarana pendidikan, meliputi perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarisasi, penghapusan dan penataan. Proses-proses ini penting dilakukan agar pengadaan sarana prasarana, tepat sasaran dan efektif dalam penggunaan. Jangan sampai terjadi proses pengadaan sarana prasarana pendidikan hanya didasarkan atas faktor prestise belaka, tanpa memikirkan tingkat kebermaknaannya (meaningfulness) terhadap proses pembelajaran. Tahapan-tahapan kegiatan manajemen sarana prasarana sebagaimana tersebut di atas, harus dilakukan secara kontinyu agar dapat berdaya guna dalam waktu yang lama. 

Untuk melaksanakan manajemen sarana fisik atau gedung, hal pertama yang harus dibuat adalah rancang bangun dan tata letak bangunan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bilamana telah ada bangunan gedung baru, seringkali keberadaan gedung lama mengalami pembongkaran karena dianggap kurang pas dilihat dari segi tempat atau fungsinnya. Padahal keberadaan gedung lama tersebut mempunyai nilai historis dan perwujudan jerih payah serta sumbangsih masyarakat pendidikan yang dikumpulkan dalam waktu yang tidak sebentar, terlebih pada gedung yang dimiliki lembaga pendidikan swasta. 

Manajemen sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya bertujuan: 1) menciptakan sekolah/madrasah yang bersih, rapi, indah sehingga menyenangkan bagi masyarakat sekolah/madrasah, 2) tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai baik, secara kuantitatif maupun kualitatif dan relevan dengan kepentingan pendidikan. Pengadaan sarana dan prasarana bisa ditempuh dengan cara (a) pembelian dengan biaya dari pemerintah, (b) pembelian dengan biaya dari SPP, atau (c) bantuan dari masyarakat pengguna pendidikan. Tahap pemakaian atau penggunaan sarana dan prasarana dibedakan antara barang habis pakai yang harus dipertanggungjawabkan setiap semester, dan barang tidak habis pakai yang dipertanggungjawabkan satahun sekali. Untuk tahap pengurusan dan pencatatan dilakukan, antara lain menggunakan (a) buku inventaris barang, (b) buku pembelian, (c) buku penghapusan, (d) kartu barang. Sedangkan barang-barang inventaris sekolah/madrasah harus dipertanggungjawabkan dengan membuat laporan penggunaan yang ditujukan kepada instansi atasan, misalnya Kantor Kementerian Agama Kabupaten/kota atau Dinas Pendidikan setempat.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa manajemen sarana dan prasarana adalah kegiatan mengatur dan mengelola sarana dan prasarana pendidikan, yang bertujuan agar dapat memberikan kontribusi yang optimal terhadap proses pendidikan dalam mencapai tujuannya. Proses manajemen sarana prasarana pendidikan ini, terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pertama, perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. Dua, pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan. Tiga, penghapusan sarana dan prasarana pendidikan. Lima, penataan sarana dan prasarana pendidikan.

Baca "Wacana" Lainnya

Komentar Anda