Beranda Edupedia Guru Menulis Guru Harus “Membelajarkan Lebih” Agar Anak Didik Lebih Belajar

Guru Harus “Membelajarkan Lebih” Agar Anak Didik Lebih Belajar

16
0
BAGIKAN
Moh. Ahsan Shohfur Rizal

Koranpendidikan.com – Kurikulum k13 merupakan salah satu tranformasi pembelajaran yang memiliki karakteristik berbeda dengan kurikulum yang berbeda. Yakni dengan menggunakan pendektan sientifik. jika prosedur pembelajaran tersebut dilakukan akan memberikan yang bermakna kepada anak didik kita. Kalau kita amati bersama, prosedur itu sangat mirip dengan filosofi confusius “Apa yang saya dengar, saya lupa.””Apa yang saya lihat, saya ingat.” “Apa yang saya kerjakan, saya pahami. Ternyata ungkapan filosofi tersebut memberikan gambaran kepada kita sebagai seorang pendidik yakni cara membelajarkan kepada anak didik yang terbaik adalah mempraktekan dan mengajarkan. Hal tersebut bisa kita lihat apa yang diperoleh dari anak didik, ketika melakukan proses belajar dan mengajar. Misalnya dari segi prosentase membaca 10%, diskusi 50%, audio visual 20% mengerjakan 70% dan mengajar orang lain 90%. Dalam proses rentetan kegiatan belajar tersebut jelas bahwa anak didik dituntut untuk mengomunikasikan apa yang telah diperoleh dalam proses belajar dan mengajar kepada orang lain. Dengan demikian konsep yang diperoleh akan mudah dipahami karena tidak sekedar melakukan sebuah eksperimen atau percobaan melainkan telah membahasakan hal yang sulit itu menjadi bahasa kesepadanan antar peserta didik sehingga peserta didik yang lain pun akan mengerti apa yang telah diajarkan.

“Amal tanpa ilmu luntur ilmu tanpa amal ngelantur” langkah selanjutnya yakni, sebagai tenaga didik yang profesional harus membelajarkan lebih kepada anak didik agar mereka lebih belajar. Yakni dengan (satuf tahu alaih) guru harus memiliki agenda ke depan dan membelajarkan sebuah konsep sesuai dengan keadaan sekarang dan bisa digunakan untuk masa depan. Manfaat media yang dapat mengakses sebuah konsep dapat dijadikan sebagai sarana belajar-membelajarkan antar peserta didik dengan mengaktualisasikan konsep terkini. Mengingat perkembangan ilmu sangat cepat, jadi kita manfaatkan SDA anak “yang sebenarnya lebih dari kita” hanya pengalaman lah yang belum mereka jumpai. Namun cara membelajarkan demikian kita songsong dengan berbagai cara, agar siswa menjadi future student yang mampu mengaplikasikan sebuah konsep masa depan dengan keadaan sekarang yang real dilingkunganya.

Memang hal demikian dilakukan sangat berat, tetapi paling tidak seorang pendidik harus mempunyai yang lebih sehingga semangat yang tercermin di dalam guru akan diproyeksikan oleh siswa. Yakni dengan menciptakan sebuah konsep yang sangat up to date dari hasil akses informasi yang faktual. Pendidik harus menjawab hal itu, agar anak didik kita sesuai apa yang direncanakan oleh k13 yakni masa keemasan.

Tetapi yang lebih penting dari itu, bekal moralitas harus diselipkan erat-erat ke setiap anak didik. Agar konsep apapun yang diperoleh juga dapat diproyeksikan dalam idealisme moral. Sehingga future student yang bermoral dan berakhlak mulia. Sesuai dengan visi misi k13 yang mengidentikan sebuah “moralitiy”, banyak siswa yang pintar tetapi kurang diimbangi dengan moral. Mari kita membelajarkan kepada anak didik kita untuk idealisme moral. Karena indikator akhlak mulia salah satunya berada pada sebuah moral.

BAGIKAN
Berita sebelumnyaMerajut Asa di Bangku Kuliah
Berita selanjutnyaDisteachia Guru

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here