Beranda Edupedia Guru Menulis Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

Guru TK Terbitkan Buku Pengalaman Menulis Keluarga

19
0
BAGIKAN
Joko dan Jamilatun serta anaknya di teras rumah

Koranpendidikan.com – Mempunyai tiga anak yang suka menulis dan sudah menerbitkan buku tentu menjadi pengalaman tersendiri. Bagaimana ikhtiarnya membuat sebuah tulisan hingga berhasil dimuat media massa jelas memyimpan kisah yang menarik. Pengalaman itu dirangkum dengan gaya bahasa sederhana oleh kedua orangtuanya dan dijadikan menjadi sebuah buku.

Jamilatun Heni Marfu’ah, guru TK IT Nurul Fikri Sidoarjo dan suaminya, Joko Susanto, gigih untuk mengenalkan dunia baca tulis kepada putra-putrinya. Baginya, mengenalkan aktifitas membaca dan menulis adalah salahsatu tugas mulia bagi setiap  orangtua. Pengalamannya bertahun-tahun kompak berlatih menulis bersama anak ditulisnya dalam sebuah buku. Belum lama ini, buku berjudul Kisah Inspiratif Keluarga Penulis itu telah terbit.

Buku bersampul merah itu sebagian besar berisi pengalaman langsung atau kisah nyata kedua penulis dan keluarganya dalam berusaha menjadi penulis. “Isinya tidak hanya kabar gembira kami dalam menulis tetapi juga pengalaman kegagalan. Pernah satu hari, kami dan anak kompak mendapat surat penolakan dari penerbit,” jelas Joko.

“Namun, kami meyakinkan pada anak kami bahwa kalau penolakan ini membuat kita putus asa dan menyerah, maka nggak usah mimpi jadi penulis lagi,” tambahnya mengenang. “Alhamdulillah, anak-anak terus dan terus berlatih menulis meskipun dengan gayanya masing-masing,” jelas Jamilatun H.Marfu’ah yang juga Kepala TK IT Nurul Fikri Sukodono Sidoarjo.

Menurut pemahaman keluarga ini, siapapun bisa menjadi penulis.  “Menurut para penulis senior, sesungguhnya menulis merupakan sebuah keterampilan. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja dapat melakukannya meskipun tidak memiliki latar belakang khusus ilmu kepenulisan,” terang Joko. “Maka kami ingin mencobanya.”

Alasan menulis bagi Joko dan Heni adalah untuk memotivasi anak-anaknya agar mampu menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Setelah anak-anaknya pulang dari suatu kegiatan menarik semisal outbond di luar kota, biasanya orangtua mendengarkan cerita pengalaman dengan seksama. “Kadangkala kami berpesan, kapan-kapan ditulis ya, soalnya bagus sekali ceritanya, sayang kalau hilang begitu saja,” ujar Heni berbagi kiatnya.

Embrio buku ini berawal dari permintaan beberapa kawan untuk membagi cerita atau pengalaman kepenulisan keluarga kami. Meskipun tidak banyak. Utamanya kisah nyata tentang anaknya dalam belajar menulis. Ada juga tentang ikhtiar mereka yang mengirim tulisan hingga dimuat di media massa. Banyaknya pertanyaan yang kerap terulang pada beberapa kesempatan  memotivasinya untuk menjawabnya melalui sebuah buku. Agar bisa lebih luas.

Untuk Mengasah Keterampilan

Terbitnya buku berjudul Kisah Inspiratif Keluarga Penulis itu diharapkan ikut menebarkan virus menulis. Salahsatu bentuk kepedulian adalah penyadaran lewat tulisan. Pada tahap inilah tanggung jawab seorang penulis dipertanyakan. Keseharian kehidupan manusia diselingi dengan berbagai persoalan. Apapun bentuknya. Detik demi detik,  berbagai persoalan hampir selalu berganti. Mulai dari urusan pribadi, keluarga hingga negara.  Bahkan tidak jarang berbagai persoalan seakan menjadi berlarut-larut.

Buku ini diawali kisah berjudul Sabtu Pagi di Kantor Pos. Dituliskan bahwa belasan orang tampak antri di kantor pos kecamatan. Mereka datang kepagian meskipun loket pos baru dibuka pukul setengah delapan. Menilik kartu atau lembaran kertas yang mereka pegang menandakan sebagian besar  akan membayar berbagai angsuran. Mulai biaya listrik, air minum, pajak,  kredit sepeda motor, barang elektronik atau berbagai cicilan yang harus dibayar bulanan. Hari itu anaknya yang masih kelas II SD mau mengambil wesel atas honor menulisnya.

“Buku ini kami tulis dengan bahasa dan ulasan yang sederhana, ringan. agar  mudah dipahami. Buku ini dimaksudkan untuk membantu para orangtua dan guru agar bersama-sama meyakini bahwa menulis itu dapat terus dipelajari,” pungkas Joko.

“Kami belumlah apa-apa, namun semoga yang sederhana ini terutama  memotivasi kami untuk lebih berkarya lagi,” harap Heni yang merupakan alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here