Beranda Edupedia Guru Menulis Membangun Dunia dengan Kata-kata

Membangun Dunia dengan Kata-kata

259
0
BAGIKAN

Koranpendidikan.com – Mungkin kita masih ingat sebuah ungkapan populer pada iklan produk minuman yang menyatakan ‘mulutmu harimaumu’. Ungkapan ini memiliki makna bahwa kata-kata ibarat harimau yang bisa menjaga kita dari orang-orang jahat dan sekaligus bisa menerkam dan menghabisi kita.

Guru adalah salah satu pekerjaan yang membutuhkan kata-kata sebagai senjatanya. Setidaknya ketika ia sedang mengajar atau menuturi anak didiknya, ia harus mengeluarkan sepatah atau dua patah kata yang keluar dari mulutnya. Sebagai sosok yang konon akan digugu dan ditiru itu, semua kata-kata guru itu pasti akan selalu diperhatikan oleh anak didiknya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anak-anak di zaman sekarang lebih mudah nggugu dan niru kata-kata kotor daripada kata-kata yang baik. Persis seperti kutipan puisi Dorothy Law Nolte yang berjudul “Children Learn What They Live”, jika anak-anak dibesarkan dengan permusuhan ia belajar melawan. Dan jika seorang guru mendidik dengan umpatan maka anak didiknya akan belajar mencela.

Nirartha seorang Pujangga dari zaman Majapahit pun menulis bahwa kata-kata yang baik dapat memberikan kesejukan pada semua orang yang melebihi sinar rembulan. Dengan kesejukannya kata-kata yang baik akan menjadi nektar yang memberikan kehidupan pada setiap orang yang mendengarnya. Bahkan benda-benda mati pun jika mendengar kata-kata itu akan terpengaruh oleh vibrasinya. Setelah itu benda-benda mati itu akan menemukan kehidupannya.

Emoto, seorang peneliti dari Jepang yang meraih penghargaan internasional pun telah membuktikan bahwa kata-kata dapat mempengaruhi formasi kristal air. Dia bisa membuktikan bahwa gambar kristal yang paling indah adalah yang terbuat dari kata-kata yang penuh cinta. Air yang menerima kata-kata indah tersebut akan mampu membentuk kristal yang indah pula. Jika air saja bisa merespons kata-kata yang ditujukan kepadanya, bagaimana halnya dengan manusia yang 75% lebih dari bagian tubuhnya terdiri atas air.

Memang setiap kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat memberikan pengaruh bagi kita atau pun orang-orang di sekitar kita, baik itu pengaruh positif ataupun pengaruh negatif. Kata-kata yang baik akan memberikan pengaruh positif dan kata-kata yang tidak baik akan memberikan pengaruh negatif.

Kata-kata yang positif dapat membangun semangat hidup seseorang, mendatangkan persahabatan, dan memberikan kebahagiaan untuk semua orang. Sementara itu kata-kata negatif dapat mempengaruhi pikiran seseorang untuk berbuat jahat dan menghancurkan hidup orang lain. Sebagaimana telah disinggung di atas kata-kata bisa memberikan duka atau bahkan ajal seseorang. Dan sayangnya terkadang kita tidak sadar ketika mengeluarkan kata-kata yang tidak baik.

Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga kata-kata kita agar tidak menjadi kutuk bagi orang lain, melainkan menjadi berkat dan sebuah doa untuk orang tersebut. Lidah yang tidak bertulang ini sangat mudah digerakkan. Dia bisa menjadi berkah atau pun bisa mendatangkan musibah. Agar bisa menggunakannya dengan hati-hati maka apa yang akan kita katakan itu harus dipikir masak-masak. Kata-kata yang keluar dari mulut kita ibarat anak panah yang terlepas dari busurnya. Dia tidak akan bisa ditarik kembali.

Sebuah nasihat dari Ki Adi Suripto yang terukir dalam tembang Pangkur menyebutkan: ajining wong ing wicara, rêsêp sêdhêp wijilé rum aririh, wosing sêdya laras runtut, grapyak gampang tinampa, culing tutur tinampa datan ngêlantur, solah bawa mung samadya, karyènak tyasing sêsami (nilai manusia ditentukan dari bicaranya; enak didengar, sedap dan halus; maksudnya jelas dan keluar teratur; akrab dan gampang diterima; kata-katanya baik dan tak ngelantur; sikap dan gaya seperlunya; bisa menyenangkan semua orang).

Menyimak ulasan di atas, maka tidaklah berlebihan jika ada ungkapan bahwa dengan kata-kata kita bisa membangun dunia. Semua orang lebih-lebih guru sebagai pembentuk karakter anak harus bisa membangun dunia melalui kata-kata. Baik dan tidaknya dunia anak-anak yang ada di sekitar kita bisa terbentuk melalui kata-kata. Selain itu ucapan adalah doa yang ikut menentukan dunia kita dan orang-orang di sekitar kita.

* Penulis adalah Guru SMP Negeri 4 Batu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here