Beranda Edupedia Resensi Buku Jadi guru hebat, siapa takut?

Jadi guru hebat, siapa takut?

20
0
BAGIKAN
Ina Nursanti, Guru SDN Gunungsari 04 Kec. Bumiaji Kota Batu

Koranpendidikan.com – Di era globalisasi ini, guru menjadi tumpuan untuk mempersiapkan anak bangsa agar bisa bersaing di dunia luar. Guru sebagai garda terdepan dalam mempersiapkan anak bangsa harus mulai mengubah paradigmanya. Lebih berfikir kritis, terbuka, dan terus berkembang untuk menjadi guru yang “hebat”.

Di masa kini, guru yang “apa adanya” tidak lagi bisa membanggakan diri, karena guru “hebat”-lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi tuntutan zaman yang mengharuskan peningkatan dalam mutu pendidikan.

Menurut Dr. Amirulloh Syarbini, M.Ag. dalam bukunya, guru “hebat” adalah guru yang profesional di bidangnya. Untuk menjadi guru hebat, seorang guru harus membekali dirinya dengan berbagai kecakapan khusus yang biasa dikenal dengan istilah kompetensi. Dengan memiliki berbagai kompetensi itulah nantinya diharapkan guru mampu bertindak secara profesional dalam melakukan pekerjaannya.

Bagaimana cara agar bisa menjadi guru “hebat”? Buku karya dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ini, menjawab pertanyaan para guru dengan menyajikan trik-trik rahasia yang bisa dijadikan panduan dalam rangka membekali diri untuk menjadi guru “hebat”.

Buku ini dibagi menjadi tujuh bab. Pada bab pertama, penulis menguraikan tentang kompetensi yang harus dikuasai guru. Selain menguasai 4 kompetensi yang sudah dikenal, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial, tak kalah pentingnya guru pun diharuskan menguasai keahlian berbicara dan menulis.

Keahlian berbicara yang dimaksud adalah keahlian sebagai pembicara publik (public speaker), sedangkan keahlian menulis yang diuraikan dalam buku ini adalah tentang menulis buku dan artikel di media massa. Kebanyakan guru berusaha menghindari kedua keahlian tersebut, karena dianggap sulit untuk dilakukan.

Oleh karena itulah pada Bab 2, penulis menuturkan rahasia untuk menjadi ahli public speaking yang diuraikan secara mendetail dari pengertian, unsur-unsur, hingga dahsyatnya kekuatan public speaking  serta urgensi public speaking untuk guru. Dilanjut pada Bab 3 yang membahas tentang inti dari public speaking, yaitu teknik-teknik dahsyat agar jago dalam public speaking. Dilengkapi pada Bab 4 dengan kiat-kiat rahasia untuk mengatasi ketakutan berbicara di depan umum.

Bab terakhir yang membahas  public speaking adalah Bab 5 yang memberikan uraian  tentang 15 butir terlarang bagi pembicara publik. Hal-hal yang disampaikan di sini sebagian merupakan penegasan dari yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya.

Bab 6 dan 7 mengungkap rahasia guru hebat berikutnya, yaitu tentang menulis buku dan artikel di media massa. Walaupun tak serinci pembahasan tentang public speaking, namun penjelasan tentang menulis buku dan artikel ini, serasa cukup bagi pembaca untuk menambah wawasan tentang budaya menulis yang memang masih sangat kurang di Indonesia.

Disajikan pula kiat-kiat sukses menulis buku best seller (halaman 157 – 166). Menulis buku best seller merupakan impian dan kebanggaan bagi setiap penulis. Yang terakhir penulis membahas tentang penulisan artikel yang merupakan salah satu bentuk karya tulis ilmiah sebagai bentuk pengembangan profesi guru.

Kedua pembahasan mengenai keterampilan menulis tersebut membuka mata hati guru, tentang betapa besarnya manfaat menulis. Guru adalah ilmuwan, dan itu perlu dibuktikan dengan menghasilkan karya tulis. Guru yang menulis akan berbeda dengan guru yang tidak menulis.

Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Sangat menginspirasi dan penuh motivasi. Trik-trik yang disajikan dikaitkan dengan contoh-contoh yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, berdasarkan pengalaman penulis yang juga dikenal sebagai writer, trainer, dan speaker (WTS). Disertai cuplikan-cuplikan menakjubkan dari pengalaman para tokoh yang telah sukses di bidangnya.

Setelah membaca buku ini, dapat dipastikan pandangan pembaca (khususnya guru) akan mengalami perubahan. Kedua keahlian ini bukanlah suatu hal yang perlu dihindari atau dianggap sulit, melainkan suatu hal yang patut dipelajari secara serius, dan harus dilatih secara tahap demi tahap dengan kesungguhan hati.

Walaupun lebih ditujukan sebagai panduan untuk guru, buku ini layak dibaca oleh siapa pun yang berniat untuk mendalami public speaking atau ingin belajar menulis buku dan artikel. Selamat membaca. (###)

Judul buku : Buku Panduan Guru Hebat Indonesia
Penulis : Dr. Amirulloh Syarbini, M. Ag.
Tahun terbit : Cetakan I, 2015
Penerbit : Ar-Ruzz Media
Jumlah halaman : 212 halaman
ISBN : 978-602-313-041-2
Peresensi : Ina Nursanti (Guru SDN Gunungsari 04 Kota Batu)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here