Beranda Edupedia Resensi Buku Jalan Berkah Menjemput Jodoh

Jalan Berkah Menjemput Jodoh

205
0
BAGIKAN
Kutemukan Engkau dalam Tahajjudku

Koranpendidikan.com – Seperti Rezeki, Ajal (umur), Jodoh juga sudah ditentukan oleh sang pencipta. Walau sejatinya setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, jalan setiap manusia menjemput jodoh sangat beragam. Sebagian dengan mudah menemukan jodoh, dibagian lain harus mengalami jalan yang berliku, dimana setiap jalan menyimpan rahasia dan hikmah tersendiri.

Mengungkap jalan dan rahasia menemukan jodoh tidak cukup diterka hanya dengan kecerdasan logika, kedekatan dengan yang memberi jodoh—Allah SWT—menjadi syarat mutlak yang harus dilalui. Salahsatu jalan membangun kedeketan dengan sang pencipta adalah dengan ibadah Shalat Tahajjud. Shalat Tahajjud merupakan salah satu ibadah yang menyimpan banyak keutamaan, jika kita persembahkan Tahajjud sebagai wujud penghambaan, maka segala hajat kita baik yang berhubungan dengan kehidupan dunia seperti jodoh, hingga yang berkaitan dengan kehidupan akhirat akan dimudahkan oleh Allah.

Seorang hamba yang setia menjalankan perintah Allah dengan lapang, mengerjakan shalat malam, tentu akan mendapat curahan kasih sayang dari-Nya, ini merupakan salah satu hikmah dari shalat tahajjud. Konsekwensi logis dari curahan kasih sayang Allah yaitu dikabulkannya setiap hajat kita termasuk dalam urusan jodoh (hal 40).

Shalat tahajjud sebagai bentuk ikhtiar dan usaha. Dengan perbanyak tahajjud keyakinan kita kapada anugerah Allah semakin kuat. Malaksanakan ibadah tahajjud harus dikerjakan dengan niat yang kuat, tanpa niat yang kuat akan seperti musafir yang berjalan tanpa arah tujuan, sehingga yang didapatkan tak lain hanya lelah dan bosan. Begitu juga jika kita menjadikan tahajjud sebagai media (washilah) demi kemudahan mendapat jodoh, maka tancapkanlah niat kedalam jiwa kita, sebab niat yang kuat kunci membuka setiap hajat kita.

Selain niat, melaksananakan ibadah shalat tahajjud juga harus dipenuhi dengan keikhlasan, ikhlas adalah ruh dari segala aktivitas (amal) manusia. Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, “Amal tanpa keikhlasan seperti musafir yang mengisi kantong dengan kerikil pasir. Memberatkannya tapi tidak bermanfaat!” (Hal 52).

Istiqamah juga menjadi salah satu syarat dikabulkannya sebuah do’a. Istiqamah meniscayakan ketetapan hati untuk terus-menerus (konsisten) melakukan segala sesuatu yang diperintah oleh Allah. Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Katakanlah, aku beriman kepada Allah, lalu bersikaplah istiqamah!” (HR. Muslim) (hal 56).

Selain hal tersebut, biasakanlah berdoa setelah shalat tahajjud, doa yang dilakukan ditengah malam maka akan terkabul. Tak ada doa yang tak terjawab bila dilakukan malam hari, para Nabi dan orang-orang sholeh selalu memanjatkan doa di malam hari. Niatkan waktu-waktu istimewa ini untuk hajat-hajat kita, ungkapkanlah semua kemauan kita pada saat sujud, karena waktu tersebut adalah waktu yang sangat spesial, seperti Sabda Nabi “Saat yang paling dekat seorang hamba kepada Tuhannya ialah ketika bersujud, maka perbanyaklah berdo’a.” (HR. Muslim) (hal 63).

Kaitannya dengan sujud, sebagian besar ulama menyepakati bahwa gerakan sujud yang sempurna ialah yang memenuhi kriteria sebagai berikut; Dilakukan dengan Menekan. Kedua lengan tidak ditempelkan pada lantai. Menjauhkan perut dari kedua paha. Merapatkan jari-jemari. Menegakkan telapak kaki dan menempelkan dua tumit. Thuma’ninah dan sujud dengan lama (hal 110).

Setelah kiat-kiat diatas dilakukan namun jodoh tak kunjung datang, maka teruslah bersabar dan selalu percaya akan janji Allah Swt. Yakini, dibalik semua yang terjadi pasti ada hikmah dan rahasia yang Allah siapkan untuk kita. Yakini Allah pasti mengabulkan permintaan hambanya yang dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh.

Beberapa hal harus dihindari untuk kekhusuan saat shalat tahajjud, yaitu; Menghilangkan sesuatu yang dapat mengganggu shalat. Tidak shalat dengan memakai pakaian yang ada hiasan, tulisan, gambar atau warna warni yang mengganggu orang lian. Jangan shalat sementara hidangan telah tersedia. Jangan mengerjakan shalat sambil menahan kencing atau buang air besar. Jangan shalat dalam keadaan ngantuk. Tidak shalat dibalakang orang yang sedang bicara atau tidur (hal 77).

Buku karya Muhammad Ainur Rasyid ini mampu mengejewantahkan keutamaan Shalat Tahajjud dalam upaya menjemput jodoh secara santun. Perpaduan teks dan konteks secara cermat mampu menelikung kejenuhan, dengan menggunakan sudut pandang dan contoh kehidupan modern, penulis mampu membawa pembaca bernostalgia dengan kejadian sederhana setiap sisi kehidupan untuk dipetik hikmahnya,.

Judul : Kutemukan Engkau dalam Tahajjudku
Penulis : Muhammad Ainur Rasyid
Penerbit : DIVA Press
Tahun Terbit : Cetakan I, Januari 2015
Jumlah Halaman : 160 halaman
ISBN : 978-602-279-139-3
Peresensi : Khairul Amin, Penggiat Booklicious, Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Universitas Muhammadiyah Malang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here