Beranda Edupedia Resensi Buku Jurus Cerdas Mendidik Anak Bagi Orangtua Sibuk

Jurus Cerdas Mendidik Anak Bagi Orangtua Sibuk

19
0
BAGIKAN
Jurus Cerdas Mendidik Anak Bagi Orangtua Sibuk

Koranpendidikan.com – Dilema terbesar para orangtua terutama ibu yang bekerja adalah tentang pengasuhan anak. Saat ini, peranan kaum wanita terutama para ibu di berbagai bidang semakin ramai. Kesibukan di luar rumah sebagai wanita karir maupun sebagai anggota organisasi, terkadang melalaikan kewajiban terhadap anak.

Wanita karir selalu sibuk dengan rutinitas kerja yang padat. Anggota organisasi selalu sibuk mengagendakan dan melakukan kegiatan organisasi. Kesibukan ini membuat waktu untuk anak sangat terbatas atau sama sekali tidak ada. Alasan keterbatasan waktu bahkan membuat sebagian orangtua akhirnya menyerahkan sepenuhnya kewajiban mendidik anak kepada sekolah.

Kondisi tersebut sangat beresiko, mengingat waktu belajar di sekolah hanya setengah hari. Kondisi tersebut semakin beresiko mengingat tidak adanya jaminan keefektifan pendidikan anak di sekolah, terutama menyangkut penanaman moral, etika, nilai, patuh, tenang, budi pekerti dan sikap disiplin. Sikap baik yang tumbuh dalam diri anak ini tentu bukan karena kebetulan atau secara tiba-tiba saja terjadi. Beberapa sikap baik yang ada pada diri anak merupakan hasil ’olahan’ orangtuanya, dari pengasuhan yang baik yang biasa mereka lakukan kepada anak tersebut.

Pengaruh yang diterima oleh seseorang waktu kecil akan membekas begitu mendalam dalam memori seseorang. Berbagai pengaruh yang diberikan sangat berpotensi dalam pembentukan kualitas kepripadian atau karakter seseorang. Namun dasar-dasar dalam pembentukan kualitas kepribadian adalah sejak dari rumah melalui sentuhan dan bimbingan orangtua. Bentuk perlakuan yang diterima anak dari orangtua menentukan kualitas kepribadiannya. Seseorang yang memiliki kepribadian yang rapuh/ lemah terbentuk karena ia kurang memperoleh kasih sayang, kurang rasa aman dan akibat pemanjaan- menuruti kehendak anak tanpa mengajarkan rasa bertanggung jawab. Sebaliknya orang yang memiliki kepribadian yang kuat, ini terbentuk karena pemberian rasa kasih sayang, kehangatan jiwa dan pemberian aktivitas atau pengalaman hidup (life skill)  pada anak.

Nah, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana caranya memenuhi kewajiban dan tuntutan mendidik anak terutama bagi orangtua yang sibuk? Apakah mereka perlu meninggalkan pekerjaan dan meluangkan semua waktunya untuk anak?

Inilah arti penting munculnya buku Ide-ide Kreatif Mendidik Anak Bagi Orangtua Sibuk hasil olah kreatif dari duet penulis Dr. Supardi, MM dan Aqila Smart. Penulis tidak mengatakan kepada kita “tinggalkan pekerjaan Anda dan luangkan semua waktu untuk anak anda!” Hal yang perlu Anda lakukan adalah sesegera mungkin mengubah jurus lama dalam mendidik anak dengan jurus sakti yang ada dalam buku ini.

Buku Ide-ide Kreatif Mendidik Anak Bagi Orangtua Sibuk ini di bagi menjadi 7 bab. Bab 1 menguraikan secara gamblang tentang Multipe Intelligences sebagai kunci anak berprestasi. Pada dasarnya setiap anak terlahir di dunia mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda. Howard Gadner membagi kecerdasan menjadi 9 macam yaitu kecerdasan logika, kecerdasan verbal, kecerdasan spasial-visual, kecerdasan musikal, kecerdasan naturalis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan sosial, kecerdasan eksistensial dan kecerdasan kinestetik. Dengan mengenali jenis kecerdasan dan cara untuk merangsang kecerdasan maka pola mendidik anak akan lebih efektif dan tepat sasaran.

Bab 2 menguraikan strategi membentuk pribadi super pada anak. Bagian ini merupakan jawaban  terhadap orangtua super sibuk yang mengeluhkan sifat-sifat anaknya yang sulit dikendalikan. Dalam bab ini, dibahas berbagai langkah dalam membentuk pribadi yang super pada anak, misalnya mengembangkan kecerdasan spiritual, mendisiplinkan anak, dan melatih anak bertanggung jawab serta mandiri.

Bakat dan cita-cita memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan anak kelak. Bakat dan cita-cita menjadi pendongkrak semangat belajar anak dalam meraih prestasi dan akhirnya menjadi generasi unggul. Bab 3 ini menguraikan beberapa hal penting mengenai bakat dan cita-cita anak. Mendesai secara jelas cita-cita anak sejak dini, maka diharapkan pengarahan dan pendidikan yang diberikan pada anak lebih optimal.

Bab 4 menguraikan gaya belajar maksimal anak cerdas. Setiap anak memang memiliki gaya belajar yang berbeda. Mengenali gaya belajar adalah bagian dari pola didik yang tepat untuk mengoptimalkan kecerdasan anak. Anak yang lebih dominan dengan gaya belajar visual, tentu akan susah menangkap pelajaran jika Anda menerapkan gaya belajar untuk anak kinestetikal.

Bab 5 diuraikan dengan paradigm bahwa segala sesuatu yang efektif kan menghasilkan sesuatu yang optmal. Jika teknik belajar anak efektif, maka kecerdasan yang akan dimiliki anak pun akan optimal. Oleh karena itu para orangtua perlu memahami teknik/metode belajar sukses.

Berkembangnya teknologi semakin membuat orangtua berpikir secara instan, termasuk dalam mencerdaskan anaknya. Banyak orangtua rela membeli berbagai suplemen untuk menunjang kecerdasan otak buah hatinya. Padahal, tidak semua produk suplemen efektif dan aman. Bab 6 ini memberikan solusi permasalahan tersebut dengan membahas beberapa nutrisi penting untuk otak anak. Selain itu dibahas pula beberapa zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan sel otak anak.

Bab 7 merupakan bagian pamungkas yang bertujuan untuk menguatkan pandangan orangtua bahwa kesibukan tidak akan menghambat untuk mendidik anak dan tidak akan menghambat untuk memiliki anak cerdas berkualitas. Tips-tips jitu yang diuraikan akan mempermudah langkah dan metode dalam mendidik anak.

Akhirnya, semoga buku ini dapat menjadi panduan bagi berbagai yang teribat dalam dunia pendidikan. Namun minimal buku ini menjadi salah satu “obat” masalah bagi para orangtua yang sibuk.

Judul Buku : Ide-ide Kreatif Mendidik Anak Bagi Orangtua Sibuk
Penulis : Dr. Supardi, MM dan Aqila Smart
Penerbit : Katahati (Ar-Ruzz Media Group) Yogyakarta
Cetakan : I Februari 2010
Tebal : 132 halaman
Presensi : Husamah* (Staf Pengajar Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Malang)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here