Beranda Opini Edukasi perpustakaan untuk peserta didik baru

Edukasi perpustakaan untuk peserta didik baru

176
0
BAGIKAN

Koranpendidikan.com – Perpustakaan  merupakan  unsur  penunjang  yang  penting  dalam  proses belajar   di  sekolah.  Pemanfaatan  perpustakaan  secara optimal  oleh  peserta didik baru  sangat  berperan  dalam mengantarkan keberhasilan studi mereka. Untuk mengedukasi dan memotivasi dalam  pemanfaatan  layanan  dan  fasilitas  perpustakaan,  maka Perpustakaan  perlu  menyelenggarakan  kegiatan  edukasi perpustakaan pada Masa Orientasi Peserta didk (MOS)

Kegiatan  ini dimaksudkan  agar peserta didik baru mengenal kehidupan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiakan diri mengikuti kegiatan belajar mengajar. Disamping itu juga untuk memberikan kesan yang positif dan menyenangkan terhadap lingkungan  pendidikan barunya

Dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa

Mengenai arti penting perpustakaan Prof. Dr. Darji Darmodiharjo, mantan Dirjen Disdakmen, Depdiknas, memberikan   pernyataan menarik: Perpustakaan harus ada di setiap lembaga pendidikan. Kalau tidak ada ruang perpustakaan, maka gunakanlah satu ruang kelas. Kalau tidak ada ruang kelas, gunakanlah pojok kelas dengan raknya.  Jika tidak ada pojok kelas, tutup saja sekolahnya!. 

Pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi akan  menumbuhkan budaya gemar membaca serta meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa.  Berbicara tentang ketrampilan dan minat baca pelajar tingkat dasar

Bank Dunia melaporkan Indonesia menempati peringkat terbelakang di antara negara-negara Asia yang lain yakni hanya dengan angka 51.7.  Peringkat paling tinggi diraih oleh Hongkong dengan angka minat baca 75.5. bawahnya ditempati Singapura dengan angka 74,0 persen, kemudian Thailand dengan angka 65,1 persen, lalu di belakangnya ada Filipina dengan angka 52,6 persen.

Pengenalan Pelayanan Bimbingan Membaca bagi peserta didk. Dilakukan dengan memperkenalkan buku-buku, biografi tokoh-tokoh yang dapat memberikan inspirasi, dan hasil karya sastrawan. Pada tahap ini, pustakawan harus mampu meyakinkan peserta didik, bahwa banyak manfaat dari membaca. Karena  “sebaik-baiknya teman duduk adalah buku”.

Pihak Sekolah harus ‘memaksa’ peserta didik akrab dengan perpustakaan. Dalam suasana keakraban itu, akan lahir minat baca dan pada akhirnya menjadikan membaca sebagai kebutuhan.
Indikasi manfaat perpustakaan tidak hanya berupa tingginya prestasi murid-murid , tetapi lebih jauh lagi , adalah kemampuan mereka dalam mencari, menemukan , menyaring dan menilai informasi,   dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lemahnya kemauan dan kemampuan dalam hal membaca, berakibat pada rendahnya daya saing SDM d global.

Pengenalan layanan kepada pemustaka  kelas VII dalam hal peminjaman buku pelajaran dan  buku koleksi yang berbentuk fiksi perlu ditunjukkan teknik peminjaman serta tanggung jawab peminjam sesuai peraturan yang berlaku. Agar mereka ikut berpartisipasi melestarikan perpustakaan. Mengingat jumlah petugas dengan jumlah murid yang dilayani tidak berimbang. Seharusnya perbandingannya 1:250 murid. (Bafadal:1991,176) Namun dalam praktek bisa saja terjadi 2 : 925 murid.

Merealisasikan  fungsi perpustakaan dapat meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa Pertama Fungsi perpustakaan sebagai wahana pendidikan, ditunjukkan melalui  keteladanan Pustakawan dalam membaca buku, sehingga  mempengaruhi pola pikir peserta didik dan membentuk opini bahwa membaca memang merupakan hal yang utama dalam proses belajar. Pengenalan  manajemen perpustakaan dapat ditunjukkan melalui  penjelasan struktur organisasi perpustakaan  disertai  tugas dan kewajibannya. Sehingga, mereka dapat menghubungi pribadi tersebut bila memerlukan informasi tambahan. Kedua Fungsi penelitian, ditunjukkan dengan penugasan guru untuk mencari informasi dari  koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan. Karena berfungsi sebagai sumber informasi dan sumber belajar, maka secara berkala  perlu penambahan bahan pustaka yang baru,  agar tidak menyurutkan minat baca. Ketiga Fungsi pelestarian, dilakukan dengan melibatkan peserta didik dalam pengelolaan dan promosi. Pengelolaan dilakukan pada saat peminjaman dan pengembalian buku materi pelajaran, di awal dan akhir tahun. Keempat Fungsi informasi, pembentukan pustaka remaja yaitu kelompok peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap perpustakaan dan memiliki minat baca tinggi. Mereka ditugasi untuk membuat synopsis atau resensi buku yang telah dibacanya. Tujuannya tidak lain adalah memancing minat baca warga sekolah. Kelima Fungsi rekreasi  ruangan perpustakaan sekolah harus jauh dari kebisingan. Ketenangan dan  kenyamanan dari pengguna perpustakaan sekolah itu sendiri. Keberadaan internet juga merupakan salah satu komponen pendukung untuk mempermudah peserta didik dalam mencari informasi yang dibutuhkan.

Manusia perseorangan mungkin bisa bertahan hidup tanpa membiasakan diri untuk membaca tanpa berbudaya baca. Namun sebuah demokrasi hanya akan berkembang apalagi survive, yang para warganya adalah pembaca, adalah individu-individu yang perlu untuk membaca, bukan sekedar penggemar dan gemar berbicara ( Daoed Joesof)

Bila membaca adalah tiang peradaban, maka membangun minat baca peserta didik menjadi mutlak. Sebab jika tidak, hidup kita hanya menunggu runtuhnya peradaban. Semoga  kehadiran perpustakaan dapat membangun inspirasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here