Beranda Opini Multidemensi penerbitan buletin sekolah

Multidemensi penerbitan buletin sekolah

173
0
BAGIKAN

Koranpendidikan.com – Kegiatan Jurnalistik Sebagai Upaya Mempercepat Pengembangan Karakter Siswa, menjadi tema Lomba Karya Jurnalistik Siswa (LKJS) tingkat SMP 2015 kembali  digelar Kemdikbud. SMP sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat mengoptimalkan waktu belajar di sekolah. Siswa mengikuti pendidikan di sekolah hanya sekitar 7 jam per hari, atau kurang dari 30%. Selebihnya (70%), siswa berada dalam keluarga dan lingkungan sekitarnya. Akan tetapi selama ini, keluarga belum memberikan kontribusi berarti dalam mendukung pencapaian pembentukan karakter siswa (Panduan Pendidikan karakter  di Sekolah Menengah Pertama terbitan Kemdikbud 2011). Kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidup, pengaruh pergaulan, berbagai kasus dekadensi moral telah sampai pada taraf meresahkan. Pengaruh media elektronik ditengarai mempersulit implementasi pendidikan karakter.

Lulusan SMP yang berkarakter baik, selain dibentuk melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ekstra kurikuler, juga sangat dipengaruhi oleh  managemen sekolah. Managemen sekolah yang berkarakter baik adalah pemanfaatan dan pemberdayaan seluruh sumber daya yang dimiliki sekolah, melalui proses dan pendekatan dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.    Menurut Mochtar Buchori (2007), pendidikan karakter seharusnya membawa siswa ke pengenalan secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengalaman nilai secara nyata.

Penerbitan buletin sekolah dapat dijadikan media untuk melatih keterampilan baca, dan keterampilan menulis. Dengan faktor pendukung  perpustakaan dan laboratorium computer. Proses utama dalam jurnalistik adalah mencari bahan berita, mengolah berita, menyajikan berita dan menyebarluaskan berita kepada publik. Tidaklah mudah menuliskan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Perlu  latihan secara terus menerus serta  sarana untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri, sehingga siswa mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Ada beberapa demensi terkait penerbitan buletin sekolah. Mulai dari  pengembangan kecerdasan bahasa (Linguistic Intelligence), meliputi kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif dalam membaca, menulis, dan berbicara. Mengasah kecerdasan intrapersonal dan  kecerdasan interpersonal  ketika membangun kerjasama tim redaksi. Dua keterampilan pokok itu merupakan kemampuan untuk mengenali dan menerima perbedaan antar individu dan kemampuan untuk mengenali emosi, suasana hati, perspektif, dan motivasi orang. Di sisi lain, dengan memfasilitasi pengembangan potensi siswa untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki; kompetensi pedagogik guru pembimbing ikut teraktualisasi. Kompetensi kepribadian ditunjukkan lewat etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat sebagai realisasi kompetensi sosial. Dan tindakan reflektif dilakukan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan.

Kehadiran pers sekolah memudahkan penyampaian informasi dan menambah pengetahuan siswa. Kedua, penerbitan buletin menjadi wadah kreativitas remaja untuk melahirkan ide, daya cipta dan imajinasi yang mengiringi perkembangan jiwanya. Ketiga, menanamkan kebiasaan membaca yang dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasan. Keempat, pengisi waktu luang secara cerdas. Kelima, melatih berpikir kritis. Keenam, melatih berorganisasi. Dalam buletin sekolah, ada redaktur yang menangani penerbitannya. Mereka terdiri atas pemimpin redaksi (pemred), reporter, editor atau penyunting kebahasaan, tenaga tata letak (lay outer), tenaga ilustrator dan grafis, serta tim pemasaran dan distribusi. Secara tidak langsung, tim buletin sekolah bisa mendapat pengalaman tentang mengelola dan menjalankan roda organisasi. Ketujuh, melatih siswa bekerja secara disiplin. Sebab, ada deadline untuk penerbitan.

Kedelapan, penyemai demokrasi. Sebelum buletin sekolah terbit, tim redaksi mengadakan musyawarah untuk menentukan tema dan rubrik apa saja yang akan dimuat pada edisi selanjutnya. Dalam musyawarah tersebut, pasti muncul ide-ide baru dan awak redaksi lain bisa memberikan tanggapan, mana yang lebih baik demi kepentingan penerbitan buletin sekolah. Seluruh ide yang masuk didiskusikan kembali di internal redaksi dengan melibatkan guru pembimbing.

Kesembilan media promosi. Buletin sekolah merupakan alat promosi paling ampuh bagi suatu lembaga sekolah. Pihak lain atau pembaca bisa mengetahui kelebihan apa saja yang dimiliki sekolah bersangkutan dari majalah tersebut. Misalnya, prestasi yang diraih siswa, guru, ataupun sekolah, kiprah sekolah di sosial kemasyarakatan, dan lain-lain. Juga pembaca bisa tahu program apa yang sudah dijalankan oleh sekolah. Dengan begitu, pembaca bisa menilai bagaimana kualitas sekolah yang bersangkutan.

Dalam rangka menyiapkan generasi penerus, sekolah perlu menerbitkan buletin sebagai media informasi dan komunikasi yang sangat sederhana. Akan tetapi dapat menjadi wadah untuk berekspresi. Sehingga akan bermunculan potensi siswa dalam hal menulis. Karya mereka dihargai dan tidak dibuang begitu saja. Dengan demikian maka sekolah telah memfungsikan diri sebagai tempat pembentukan generasi yang siap bersaing di era global. Semua kembali pada sebuah kemauan yang kuat untuk bersama-sama membangun generasi muda lewat lembaga sekolah.

Semoga tulisan ini dapat memberi inspirasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here