Beranda Pendidikan Beasiswa Melintas Batas Ekonomi

Melintas Batas Ekonomi

14
0
BAGIKAN

Koranpendidikan.com – Pekan pertama 2012 ini , pembangunan pendidikan nasional sudah mendapatkan arahnya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sudah merancang rencana kerja setahun ke depan. Semangat yang diusung cukup menumbuhkan optimisme, yakni Menjangkau Mereka yang Tak Terjangkau. Ini berarti, layanan pendidikan bakal mampu menjangkau setiap warga negara yang selama ini terbatasi sosial ekonomi, kultural, dan kewilayahan.
Program mendasar sebagai pengejawantahan dari jargon ini adalah kepastian bagi setiap warga negara untuk mengenyam layanan pendidikan. Dan sekat ekonomi yang selama ini kerap menghalangi, sepertinya akan terkikis dengan skema tanggung jawab negara yang baru dan lebih besar. Yakni meningkatnya jumlah bantuan bagi satuan pendidikan, adanya subsidi bagi anak didik yang miskin, serta bertambahnya dukungan beasiswa untuk kuliah.
Bantuan bagi satuan pendidikan, akrab disebut sebagai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tahun 2012 ini, besaran dana yang diberikan bagi setiap siswa per tahun, untuk jenjang SD-SMP (dan sederajat), mengalami kenaikan besar (lihat boks-red). Bahkan Kemdikbud menyebut bila besaran dan BOS jenjang ini sudah mampu mengcover 100 persen biaya operasional sekolah. Tahun sebelumnya hanya kisaran 70 persen.
Jenjang SMA (dan sederajat), tahun ini juga kebagian dana BOS, meski baru bersifat rintisan. Jumlahnya memang belum cukup besar namun kiranya bakal cukup meringankan biaya operasional sekolah. Dengan adanya BOS bagi SMA serta kenaikan jumlah BOS bagi SD-SMP ini, praktis mengusung harapan, bahwa sangat ‘haram’ hukumnya bagi masyarakat untuk tidak mengenyam pendidikan.
Toh, kalau pun, dana BOS benar-benar tak juga kunjung menuntaskan soal pendanaan operasional sekolah, Kemdikbud masih memiliki skema bernama subsidi. Ada banyak subsidi yang disiapkan, sebut saja subsidi penyelenggaraan pendidikan khusus; subsidi bagi siswa miskin di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Juga ada subsidi bagi mahasiswa berprestasi dan dari keluarga tidak mampu. (alokasi dan jumlahnya lihat boks –red)
Tidak cukup sampai di situ, akses masyarakat kurang mampu untuk mengenyam kuliah pun makin terbuka. Dengan tetap mengusung beasiswa Bidik Misi, tahun ini Kemdikbud menambah jumlah penerimanya hingga 100 persen, dari yang semula 50 ribu calon mahasiswa menjadi 100 ribu. Dan tidak saja pada kebutuhan hidup serta biaya pendidikan yang ditanggung, biaya pendaftaran pun dicover oleh anggaran pemerintah..mas-KP

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here